Matahari kembali bersinar terang di kota itu.
Burung-burung berkicauan dan berterbangan dari segala arah.
Vina mengenakan seragamnya, lalu menyampirkan tas ke bahu.
Tangannya meraih Pals, hendak dimasukkan ke dalam tas.
“Tunggu, Vina.”
ucap Pals.
Vina menghentikan tangannya di udara. “Kenapa?”
“Aku bakal diam dirumah, boleh kan?” pinta Pals.
Vina terdiam sejenak, ketika mendengar itu.
Ia mengangkat lalu menurunkan kepala dengan sangat pelan.
“Boleh… tapi kenapa? ga biasanya kamu minta diem dirumah.”
Pals tidak merespon, dirinya terangkat menghadap ke mata Vina.
“Aku tidak mau mengganggu kamu dengan Remi, aku akan meninggalkan kalian berdua.”
“Emang kenapa, lagian kita bisa saling ngobrol-”
“Aku tau, tapi… aku melihat yang lain.” balasnya.
Vina kembali diam.
Satu alisnya menurun.
“Oke… kalo gitu aku tinggalin kamu disini.”
Ia menaruh Pals di atas laci kecil.
Pintu kamar terbuka, namun ia tidak langsung keluar.
Tatapannya mengarah ke Pals.
“Aku berangkat, Pals.”
“Hati-hati dijalan.”
Vina melangkah keluar dari kamar, tanpa menutup pintunya.
Meninggalkan Pals sendirian di kamarnya.
—
Bel kembali berbunyi.
Pelajaran kembali dimulai.
Jam demi jam pelajaran di lewati tanpa kendala.
Guru berjalan masuk dan keluar selama berkali-kali.
Bel berbunyi nyaring setiap kali satu jam terlewat.
Sampai jam istirahat dimulai dan selesai, sampai, akhirnya Bel terakhir berbunyi.
Pelajaran mereka berakhir.
Semua murid yang berada di kelas masing-masing mulai keluar, dengan beberapa menghinggapi lorong sekolahan.
Vina memasukkan buku pelajaran terakhir, lalu menggendong tasnya.
Langkahnya hendak berjalan keluar dari kelas.
“Vina.” panggil Remi.
Vina tidak merespon, dan hanya membalikkan badannya.
Remi beranjak dari kursi, sambil mengayun tas ke bahunya.
“Gw ajak lagi mau gak?”
Vina tidak langsung menjawab.
Ia tersenyum tipis ke arahnya.
“Kayaknya… kapan-kapan aja deh, aku langsung pulang aja.”
Remi mengangkat bahunya. “Oke deh, kapan-kapan aja lah.”
Langkahnya berjalan pergi.
Pintu kelas digeser, dan Remi menyusuri lorong.
TING!
Notif berbunyi.
Tangan Vina otomatis meraih ponselnya.
Layar menyala terang, menunjukkan pesan yang terkirim.
…
Pals?
Sebuah gambar emoji kuning dengan senyum kecil terlihat di pojok kiri dengan pesan di sampingnya.
Vina membuka isi pesan itu.
Pals:
Kamu ikut Remi saja, Vina.