I Know Everything

Arjun
Chapter #29

Tidak Semua Manusia Melewati Bagian Ini

Langkah mereka berjalan menyamping, menjaga jarak dari hamparan tanah yang ada di hadapan mereka sebelumnya.


Azat masih saja menatap ke arah tanah kosong itu, tanpa terputus sedikitpun.

Memang kosong, tidak ada rumput maupun pohon.

Namun gundukan tanah yang cukup mencolok berada di tengah sana.


Ia menggaruk pelan kepalanya, sebelum akhirnya memindahkan tatapan ke Livy.

“Liv, kata mau jelasin.”


Livy menengok ke belakang.

“Oh iya, lupa.”


Ia berdeham sekali.

Satu telapak tangannya terangkat ke arah hamparan tanah itu.

“Kamu liat gundukan tanah yang ada di depan?”


“Dari tadi,” jawab Azat dengan cepat.


“Salah satu dari hal aneh yang ada di hutan ini, bahkan mereka juga… tidak berani buat mengamankan tempat itu,” jelasnya.


Azat menurunkan satu alisnya. “Kenapa? Ada apa? Cuma tanah kosong.”


Livy terkekeh tipis.

“Bukan cuma tanah kosong, Sedikit saja getaran di wilayah mereka. Mereka akan bereaksi dan perlahan naik ke permukaan.”


Mulut Azat kembali menganga.

Kepalanya mengangguk beberapa kali, namun dengan cepat menggeleng juga.

“Ga paham dan ga ngerti.”


Livy menutup semua jarinya, dan hanya menyisakan telunjuk yang masih keluar.

“Kalo disingkat, mereka gerombolan semut. Yang bakal masukin segala hal di wilayah mereka, ke sarang mereka.”


“Segalanya, mau itu besi pelindung, ataupun… kita,” ucapnya sekali lagi dengan nada rendah.


Azat mengambil patahan kayu yang berada di tanah, lalu memutarnya ke kiri dan kanan.

“ku coba, ya?”


Livy memicingkan tipis matanya, lalu meluruskan pandangan ke depan.

“Dikasih peringatan malah di coba.”


Azat tertawa tipis, melempar patahan kayu itu ke belakang.

“Cuma bercanda, aku ga tolol kayak Nerdi.”


Setelah berjalan cukup jauh, hamparan tanah kosong mulai menghilang di depan mereka.

Pepohonan dan rumput hijau dan tanaman lain mulai terlihat di depan.


“Sebentar lagi kita jalan lagi ke arah yang benar,” kata Monian yang berada di depan mereka.


“Siap pak tour guide,” sahut Livy dan Azat secara bersamaan.


Selangkah demi selangkah mereka lalui, sampai Monian akhirnya membelokkan arahnya, dan kembali berjalan lurus ke hutan.


Azat dan Livy ikut berbelok.

Hamparan tanah kosong itu masih terlihat di kanan mereka.

begitu juga dengan gundukan itu.


Tidak ada makhluk aneh yang masuk, bahkan hewan-hewan yang mereka temui juga tidak ada yang menginjakkan kaki di tanah itu.


Matahari masih bersinar di atas mereka, walau wujudnya sudah tak terlihat lagi dari balik dedaunan.


Mereka melewati hutan dengan pohon-pohon yang semakin banyak.

Cahaya tertutup dengan rimbunan daun, dan suara langkah mereka menggema ke segala arah.


Monian mengangkat kepalanya, menoleh ke kiri dan kanan, sebelum akhirnya menoleh ke belakang.

Lihat selengkapnya