I Know Everything

Arjun
Chapter #30

Fasilitas Bawah Tanah?

Langkah mereka melewati pagar besi yang melindungi bangunan itu.


Azat dan lainnya semakin masuk ke dalam sana.

Sebuah menara pengawas terlihat di setiap sudut, membentuk sebuah kotak.


Namun sama seperti yang lain.

Rumput dan tanaman merambat menguasai setiap sudut.


Tatapannya tertuju ke salah satu bangunan yang tidak jauh dari mereka.


Cukup kecil, bahkan lebih bersih dari yang lainnya.


Monian menghentikan langkah di depan pintu bangunan itu, sembari mendorong pintu beberapa kali.


“Kita kemana? Bukannya ngecek ke bangunan sini, ya?” tanya Azat sambil berhenti di belakangnya.


Monian tidak langsung menjawab.

Ia mendorong pintu itu beberapa kali.

“Tidak mungkin di tempat terbuka seperti ini.”


Pintu perlahan terbuka.

Suara besi berkarat bergesekan dengan lantai berbunyi keras sampai memekakkan telinga mereka.


Azat menyipitkan matanya dengan kepala yang sedikit menurun.


Sampai pintu benar-benar terbuka lebar, memperlihatkan isi di dalamnya.


Hanya tempat biasa, dengan meja dan kursi yang berdebu di samping kanan. Juga tempat semacam resepsionis di samping kiri.

Di ujung dinding bangunan itu, terdapat dua belah besi yang saling menutup rapat, semacam… Lift.


Monian berjalan masuk ke dalam.

“Kita bakal cari di bawah tanah.”


Azat masih terdiam di luar, kedua tangannya terangkat, lalu di naik turunkan secara perlahan.

“B-bentar, bawah tanah?”


“Iya, bawah tanah. Kan aku bilang kamu baru liat atasnya aja,” sahut Livy sambil berjalan melewatinya.


Azat tanpa sepatah katapun hanya bisa mengikuti mereka berdua.


Monian mengangkat tasnya, lalu mengangkatnya ke depan.

Resleting dibuka, dan tangannya meraih isi di dalam tas itu.


“Pals, menurutmu, Monian ngambil apa?” tanya Livy.


“Kartu untuk masuk ke fasilitas bawa tanah bangunan ini,” jawabnya.


Azat terkekeh pelan.

“Kartu? Emang ada ya?”


Tepat saat ia menyelesaikan kalimat itu.

Sebuah kartu kuning keluar dari tas Monian.


“Lah bener, kartu,”


Monian menempelkan kartu itu ke semacam benda pemindai yang ada berada di samping lift itu.


Selang beberapa detik, Ia melepaskan kartu itu, lalu dimasukkan ke dalam tasnya kembali.


Lihat selengkapnya