. . .
Sementara itu beberapa menit setelah Azat dan Vina melewati Monian.
Tatapan dari Monian mengarah ke mereka berdua, sampai benar-benar hilang dari balik gelapnya tempat itu.
Ia menundukkan kepala sejenak, lalu menoleh ke sudut lorong itu.
Sebuah celah kecil di pojok kaca pelindung, mengarah ke bagian bawah.
Langkah kakinya bergerak kesana.
Satu persatu anak tangga turun.
Terlihat deretan meja dengan monitor dan komponen lainnya.
Beberapa telah kehilangan sebagian komponen, namun masih ada beberapa yang lengkap.
Monian berjalan ke salah satu meja yang masih memiliki komputer.
Menyalakan satu persatu, berharap masih bisa berfungsi.
Namun… Dari empat meja yang ada disana.
Tidak ada satupun yang berhasil memperlihatkan layarnya.
Monian menghentikan langkahnya di meja kelima, sambil menghela nafas pelan.
Ia menaruh perangkat kecil di salah satu lubang komputer, lalu memencet tombol power.
… Selang beberapa menit, Layar menunjukkan lingkaran yang tidak sempurna berputar-putar.
Sampai akhirnya komputer itu menunjukkan layarnya.
Monian menggeser mouse dan menekannya beberapa kali.
Membuka aplikasi file dan menggesernya ke bawah, sampai menemukan file dari perangkat kecil itu.
Saat sudah ditemukan, tangannya menekan mouse bagian kanan sebanyak dua kali.
File itu menunjukkan sebuah rekaman.
Tidak ada nama, selain angka dan huruf acak.
Ia memencet file itu.
Layar monitor berubah, memperlihatkan gambar sekilas dari file itu, beserta bentuk segitiga miring ke sebelah kanan.
Mousenya kembali ditekan dan video itu dimainkan.
Layar berubah statis untuk sesaat.
sebelum akhirnya memperlihatkan sebuah rekaman masa lalu, dari CCTV fasilitas ini.
…
Cahaya masih menerangi tempat itu.
Deru dari mesin-mesin asing yang saling bersahutan.
Orang-orang berlalu-lalang dengan rekan mereja masing-masing.
Sebuah obrolan yang saling menyahut terdengar, walau tidak terlalu jelas karena kualitas dari audio itu sendiri.
Semua orang di dalam rekaman mengenakan pakaian rapi, beserta jas putih dan sebuah kartu bergantung di dadanya.
Persis seperti orang berwujud rubah yang bertemu dengannya.
Tatapan Monian terpaku ke apa yang ada di dalam layar itu.
Selama satu menit video itu berjalan, tidak ada keanehan apapun.
Sampai… Di menit berikutnya-
Monian sontak memicingkan matanya.
Terlihat tiga orang yang berjalan di dalam sana.
Pakaiannya berbeda, bahkan… Wujud dari dua orang itu berbeda.