I Know Everything

Arjun
Chapter #36

Tempat Pulang

“Apa kamu salah satu orang yang selamat di insiden empat puluh lima tahun lalu… Sera?”

tanya Monian dengan pelan.


…

Livy tidak menjawab.

Satu tangannya terangkat ke atas, menempel ke dadanya.


Orang berwujud rubah itu mengangkat tangannya sedikit.

“Maaf saya menginterupsi, tapi… Nona bersayap ini bukannya Livy?”


“I-iya, lagian kamu nemu nama itu dari mana?” tanya Livy dengan gugup.


Monian mengeluarkan perangkat kecil dari dalamnya.

“Aku mendapatkan rekaman dari tempat ini empat puluh tahun lalu…”


Ia menceritakan apa saja yang dilihat saat rekaman itu berputar.

Setiap detail, dan orang-orang yang menurutnya mencolok.


Livy menundukkan kepalanya, satu tangannya masih berada di posisi yang sama. Mencengkram bajunya sendiri.


“Aku sebenarnya punya banyak pertanyaan untuk sekarang ini. Tapi… Mungkin hanya satu yang akan kutanyakan,” ucap Monian.


Ia memejamkan matanya, sambil menarik nafas.

“Apa orang yang ada di rekaman itu. Adalah kamu?”


…

Livy tidak menjawab.

Ia berpaling sedikit dari wajah Monian.

“Aku…”


Ia terkekeh sekali dengan tipis.

“Bisa dibilang begitu, Itu aku. Iya, itu… Aku.”


…

Hening menyelimuti mereka untuk sesaat.

Monian tidak membuka mulut, juga ketiga dari mereka tidak ada yang bergerak.


Orang berwujud rubah itu berdeham sekali.

“Apa kita akan disini sampai nona bersayap ini mengaku?”


Monian tidak merespon.

Langkahnya menghampiri mereka berdua sembari merapikan baju.

“Ini melenceng dari yang seharusnya.”


Ia berjalan melewati mereka berdua.

“Kita pergi dari sini terlebih dulu. Azat dan adiknya sudah menunggu.”


Saat melangkah, kepalanya menoleh ke samping.

“Kita akan bertemu lain kali. Pastikan kamu sudah bisa menjawabnya, Sera.”


…

Sera menganggukkan kepala sekali.

“Pasti. Aku cuma ga nyangka aja kamu bakal nemuin itu semua.”


Orang berwujud rubah terkekeh sekali.

“Terkadang apa yang terbuka dari diri seseorang, akan membuat mereka diam untuk memproses semuanya.”


“Kamu ngapain kasih kata-kata sih?”


Mereka kembali memasuki ruangan lift.

Ketiga dari mereka membalikkan badan, dengan Monian yang menekan tombol beberapa kali.


Pintu tertutup rapat dan mereka naik kembali ke dunia luar.



—


Sementara di bagian atas fasilitas itu.

Azat duduk di salah satu puing bangunan sambil menatap ke langit-langit.


Gelapnya langit perlahan memudar, Dengan warna merah jambu terang yang muncul di ujung langit timur.


Hutan dan sekitarnya kembali memperlihatkan warna mereka.

Burung-burung juga berterbangan dari atas pohon.


Tatapan Azat berpindah ke samping.

Terlihat Pals yang berusaha berbincang dengan Vina.


Matanya berpindah lagi, lalu mengunci ke langit-langit.


…

“Menikmati matahari terbit memanglah menyenangkan, bukan begitu tuan yang baik?” ucap seseorang di belakangnya dengan nada lembut.


Azat tersentak pelan, menoleh cepat ke belakang.

…

Orang berwujud rubah berdiri di belakang dengan senyum tulusnya.


Azat mengedipkan mata beberapa kali. “... Livy sama Monian mana?”


Lihat selengkapnya