Tanpa terasa sudah satu bulan Chang Mi bekerja di rumah Ha Kyo sebagai pembantu. Rutinitas yang dijalani Chang Mi tiap harinya hampir sama yakni bangun pagi, mengerjakan tugas rumah seperti membersihkan rumah mulai dari menyapu, mengepel, mengelap kaca dan perabotan rumah, mencuci pakaian dan piring, hingga menyetrika pakaian. Chang Mi juga membantu Ha Kyo memasak untuk menyiapkan makanan sekaligus makan bersama baik itu pagi, siang, maupun malam hari jika Ha Kyo sedang ada di rumah. Malam harinya jika pekerjaannya telah selesai ia akan beristirahat atau menemani Ha Kyo menonton TV jika diminta. Ketika hari Minggu tiba Chang Mi habiskan untuk kembali ke kampung halamannya atau sekedar jalan-jalan menikmati waktu senggangnya yang hanya satu hari itu.
Hari ini rutinitas harian yang sudah menjadi kebiasaan Chang Mi tiba-tiba berubah. Pagi hari selesai memasak, Ha Kyo meminta tolong kepada Chang Mi untuk membangunkan anaknya yang kebetulan tengah malam tadi baru saja pulang. Chang Mi langsung menuju ke kamar yang dituju begitu mengiyakan permintaan Ha Kyo. Sesampainya di depan pintu kamar, Chang Mi ragu sejenak. Tidak pernah terbesit sedikitpun dalam benak Chang Mi jika hari ini ia akan bertemu dengan anak majikannya. Bakhan Chang Mi tidak pernah membayangkan bagaimana tampangnya.
Setelah meyakinkan diri, dengan pelan Chang Mi mulai mengetuk pintu. Ia lalu membuka pintu karena tidak ada jawaban dari dalam kamar.
“Permisi. Tuan Muda.” Kata Chang Mi sambil menengok ke dalam kamar. Masih belum mendengar suara apapun dengan pelan ia menuju ke tempat tidur. Sesampainya di samping tempat tidur ketika hendak membangunkan orang di balik selimut tebal di atas kasur tiba-tiba seorang laki-laki keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk yang menutupi bagian privasinya.
“Aaaaaacccccckkkkk....” Teriak mereka dengan kompak.
“Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan disini? Jangan-jangan kamu sasaeng ya. Keluar!” Kata lelaki itu sambil berteriak-teriak.