I love You, Om

Elisabet Erlias Purba
Chapter #25

25. Salah Sangka

"Ada masalah apa antara kamu dan Cantik?" tanya Arga saat Kimy berada bersamanya di dalam mobil yang dia kendarai sendiri. Cantik memilih ke kantor dengan mobil Aksa. Tentu saja itu mengecewakannya. Bayangan pergi ke kantor bersama sudah muncul di benak Arga sedari semalam, tapi berakhir diluar ekspektasi. Cantik malah pergi dengan tunangannya itu. Ya, jika benar pria itu tunangannya Cantik. Arga merasa harus memastikannya.

"Maksud, Om, apaan?" Pertanyaan itu membuat Kimy menatap Arga serius. "Memangnya Dee ngomong apa tadi di dapur?" tanyanya lagi penuh selidik. Besar kemungkinan Dee mengatakan sesuatu pada Om Arga tadi di dapur. Apakah menjelekkannya di depan pria idamannya ini? Hati Kimy menebak-nebak.

"Nggak ada, hanya saja sikap kalian terlihat berbeda. Seperti tengah bertengkar karena seorang pria?"

Deg. Kimy merasa bagai maling kepergok polisi. Demi apapun, Kimy nggak mau Om Arga berpikir dia seperti cewek-cewek maniak yang pernah ada di sekolahnya dulu yang merasa memiliki cowok terkece di sekolah atau bahkan di kampus hingga mengancam setiap wanita yang mendekati si cowok padahal jadian saja belum.

"Kayaknya Om salah sangka deh. Tadi itu aku ngelihatin Dee sama Kak Aksa. Yah, mungkin agak melotot sih ..." Kimy tertawa. " Tapi nggak marah kok, cuma ngelihat."

"Memang kamu kenal Aksa Brandon Salim?" Mata Arga beralih sebentar menatap Kimy yang ada di sampingnya.

"Emang Dee nggak cerita ... Eh, pasti nggak sih." Kimy menjawab sendiri pertanyaannya. "Dulu itu Kak Aksa sama kita-kita satu sekolahan, Om. Kak Aksa di SMA, kita di SMP."

Deg. Arga mencoba mengingat-ingat kembali kenangan yang pernah dia lewati dalam hidupnya bersama Cantik. Cantik tidak terlalu banyak menceritakan tentang dirinya, sebagai pemuja rahasia, dia lah yang mencari tahu dan memperhatikan semua hal tentang gadis itu sejak mereka serumah.

Cantik suka semua hal yang warna biru. Biru laut. Dia suka kopi dengan dua sendok teh gula walaupun sekarang kopi ekspreso tanpa gula juga dia suka. Dia suka susu hangat untuk membuka dan menutup harinya, Cantik suka keteraturan dan kerapian, kamarnya selalu rapi. Dia benci seorang ceroboh yang meletakkan barang pribadinya seenaknya di areal umum rumah, tapi Arga sadar dia suka meletakkan barang pribadinya di areal umum rumah hanya agar Cantik memprotesnya, jadi dia bisa mendengar suara itu setiap hari selain memastikan Cantik tahu dia ada di sisi gadis itu.

"Kak Aksa itu dulu ketos di SMA. Dia pintar ..."

Untuk informasi yang satu ini, Arga yakin pernah mendengar Cantik mengatakan hal itu. Namun kapan ...??? Sambil mendengarkan penjelasan Kimy tentang tunangan Cantik yang muncul tiba-tiba itu, Arga mencoba mengingat-ingat dipertemuan dan pertengkaran ke berapa Cantik mengatakan tentang pria itu. Jelas dia tidak pernah mencari tahu tentang pria itu.

"Jadi kenapa kau suka mamaku?" Pertanyaan itu memenuhi labirin pikiran Arga ... Gotcha, dia mendapatkan kepingan memori di pertemuan pertama mereka. Dia ingat bagaimana Dee mencoba menyombongkan prestasinya selaku siswi terpintar dan paling populer di sekolah, namun malah membuat dirinya tertawa ngakak. Kali ini pun ucapan itu masih bisa membuatnya tersenyum sendiri, walau tak se-PD tahun-tahun lalu karena gadis itu telah memilih Aksa. "Apa karena dia cantik? Aku juga cantik. Aldo, Renald, seluruh teman cowok di sekolahku menyukaiku bahkan Aksa- ketos SMA yang ada di lingkungan sekolahku, cowok kecengan satu SMA baru saja menembakku ... Semua cowok di sekolahku mengejarku."

Cantik memberitahukan hal itu dalam perseteruan di dalam kamar hotel setelah gadis itu pura-pura pingsan di dalam elevator hingga membuatnya menggendong gadis itu ke kamar hotel yang dulu dimiliki Papa Dee, Mas Pramudya Johnson, tapi berakhir dengan pengakusisi oleh Vallye Corp atas permintaan Mas Pramudya beberapa hari sebelum akhir hidupnya untuk menutupi denda wanprestasi dan bea cukai yang harus dibayarkan Ikdee Furniture pada pengusaha dan pemerintah Jepang. Cantik sudah mengetahui pengakusisian itu, tapi Cantik masih tidak tahu saham terbesar Vallye Corp adalah milik keluarga Utama.

Lihat selengkapnya