I love You, Om

Elisabet Erlias Purba
Chapter #46

46. Egoisnya Cinta 1

Arga masih tenggelam dalam rutinitasnya. Tiga hari ini rutinitasnya hanya kantor dan rumah sakit. Kepalanya mumet. Dokter mengatakan jantung papanya kembali kumat. Dokter menyarankan agar papanya tidak berada dalam situasi tertekan, kelelahan, stress berkepanjangan dan situasi lainnya yang mampu membuat jantungnya makin bekerja lebih keras.

Dia telah menanyakan tentang operasi pencangkokan jantung kembali ke rumah sakit Johns Hopkins yang dulu pernah menangani kasus papanya. Kendalanya selain pencangkokan untuk kedua kali sangat jarang dan berisiko, waiting list untuk pencangkokan jantung begitu panjang dan membutuhkan waktu yang lama bahkan bertahun-tahun. Dia tidak yakin papanya akan bertahan.

DR. Balmore mintanya mengirimkan resmume dan hasil diagnosis papanya lalu berjanji akan memeriksanya dengan lebih teliti. Janji itu tidak juga membuat Arga menjadi lebih nyaman. Mematikan ponselnya, Arga sedikit shock menemukan wajah Ayunindia di hadapannya.

"Kenapa kau disini?"

"Menemui Papa mertua." Gadis itu berujar ringan. Mereka berdiri di luar kamar rawat papa Arga. "Aku pikir aku akan menyetujui pernikahan kita."

"Kau ..."

"Aku tahu kau tidak mencintaiku. Aku juga tidak mencintaimu. Tapi hanya ini jalan keluar bagi kita berdua. Aku akan lepas dari obsesi Papa yang akan menjodohkanku dengan pengusaha manapun jika tidak dengan dirimu." Ayunindia berkata getir. Selumbari (dua hari yang lalu) papanya muncul di dalam kamarnya dan melemparkan beberapa foto pengusaha muda yang harus dia pilih jika dia menolak menikah dengan Arga Utama. Papanya tidak akan pernah bisa mengizinkan dia menikah dengan pria biasa. Ahhh, lagi pula jika mengizinkan pun tidak ada yang akan menikah dengannya- Raymond Alfaro sudah tidak mencintainya. Dan papa memberinya waktu berpikir dua hari ini. "Karena pria yang kucintai ternyata tidak menginginkanku ..., aku tidak punya ide lain untuk kabur dari Papa. Paling tidak, dulu kita pernah saling mencintai dan mengenal. Hubungan kita tidak juga bisa dibilang buruk. Pernikahan ini akan membuatku lepas dari kuasa Papa dan untukmu pernikahan kita juga akan menjadi obat mujarab untuk kesembuhan Papamu."

Dada Arga terasa sesak. Namun dia tidak juga bisa mengatakan tidak. Nyawa papanya ada di ujung lidahnya. Dia kini seakan tengah bermain roulette gun dimana dia dipaksa menggenggam sepucuk pistol yang berisi satu peluru yang harus dia arahkan bergantian pada papanya dan dirinya. Salah satu dari mereka suatu saat, ketika putaran pistol berputar akan tertembak mati. Dan dia hanya bisa berharap orang yang kena itu bukan papanya.

"Hai, Om. Om sudah sehatan?" Arga menatap bagaimana Ayunindia mencium pipi papanya yang saat ini memang tengah duduk santai bersandarkan kepala ranjang yang sengaja dinaikkan. Mamanya ada di sisi papanya terus menemani. Saat Ayunindia beralih mencium mamanya, papanya bicara:

"Bagaimana dengan hubungan kalian?"

Ayunindia melirik pada Arga yang hanya bisa diam. "Saya akan menikah dengan Arga kapanpun Om mau."

"You are my savior Angel. My ideal daughter of law." Papanya menepuk-nepuk punggung tangan Ayunindia dengan penuh kasih. Arga hanya bisa terpaku diam. Hari ini separuh nyawanya sepertinya dicabut paksa dari dalam tubuhnya. Bayangan tangisan Cantik membuat tubuhnya sakit luar biasa.

"Om dan papamu akan membicarakan tanggal baik dan segera akan merilisnya dalam konferensi pers secepatnya." Tubuh Arga terasa melayang mendengar kalimat itu. Dia berharap kini sedang bermimpi dan akan segera terbangun.

***

Dee melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi 80 km/jam di jalanan ibu kota yang tak bisa dibilang lengang. Nando yang menjadi supirnya dan kini disuruh di sisi setir saja merem sambil komat-kamit membaca doa dan ampunan pada kedua orang tuanya atas salah dosa yang dia lakukan selama hidup sebagai seorang anak karena yakin nonanya ini akan menghantarkannya langsung ke liang kubur siang ini.

"Pernikahan terbesar abad ini antara pewaris tunggal Keluarga Utama, pemilik PT. Lantama yang di dunia dikenal dengan Valley Corp bersama putri tunggal Pak Huda Yang- pemilik Ikedee Furniture akan dilangsungkan di tiga negara: Indonesia, Australia dan Amerika dalam kurun waktu yang tak lama lagi."

"Kenapa secepat ini ...?"

Lihat selengkapnya