Ibu Guru I Love You

Lusiana Tinting
Chapter #1

BAB 1 Guruku Cantik

Halo guyss jangan lupa baca sampai selesai dn tinggalkan komentar mohon maaf atas segala kekurangannya.🙏🙏

​Pagi itu, Alexander Heritage School tampak lebih sibuk dari biasanya. Desas-desus tentang kehadiran tenaga pengajar baru sudah menyebar lewat grup WhatsApp angkatan sejak gerbang sekolah dibuka. Bagi sekolah elit yang isinya anak-anak pemilik saham dan pewaris tahta bisnis, kehadiran guru baru biasanya hanya dianggap angin lalu—kecuali jika guru tersebut memiliki sesuatu yang "berbeda".

​"Selamat pagi semuanya," suara berat Pak kepala sekolah memecah keriuhan kelas 12-IPA 1. "Hari ini kalian kedatangan guru matematika baru. Silakan, Ibu, perkenalkan namanya."

​Seorang wanita melangkah masuk. Seketika, suasana kelas yang tadinya berisik seperti pasar mendadak sunyi senyap. Keheningan itu bukan karena takut, melainkan karena terpana.

​Wanita itu berdiri di depan meja guru dengan sikap tenang. Rambut hitam panjangnya terurai rapi, membingkai wajah mulus dengan hidung mancung yang proporsional. Bibirnya tipis, berwarna merah muda alami tanpa polesan gincu yang berlebihan. Tubuhnya mungil, tidak terlalu tinggi, namun memberikan kesan anggun dan elegan meski hanya mengenakan kemeja kerja sederhana dan rok kain di bawah lutut.

​"Selamat pagi semuanya. Perkenalkan, nama saya Rania Azzahra. Saya yang akan mengajar mata pelajaran matematika untuk kelas ini ke depannya," ucapnya dengan suara lembut namun tegas.

​Seketika, gumaman kagum terdengar dari barisan murid laki-laki. "Gila, ini mah bidadari nyasar jadi guru kalkulus," bisik salah satu murid di barisan depan. Hampir semua mata terpaku pada sosok Rania, mengagumi setiap inci kecantikannya yang terasa menyejukkan di tengah penatnya pelajaran sekolah.

​Namun, di sudut paling belakang kelas, suasana berbeda terasa. Rafael Dirgantara, sang ketua OSIS sekaligus pewaris tunggal Dirgantara Group, hanya menyandarkan punggungnya di kursi. Ia tidak ikut menatap kagum. Matanya yang tajam justru terlihat bosan, sesekali ia hanya melirik sekilas lalu kembali menatap ke arah jendela. Baginya, kecantikan adalah hal biasa yang bisa dibeli dengan uang. Tidak ada yang spesial.

​Di sisi lain, siswi perempuan mulai menunjukkan raut wajah tidak suka. Terutama Azelia, gadis cantik yang keluarganya menguasai seperempat saham Alexander Heritage School. Ia melipat tangan di dada dengan tatapan sinis. Baginya, kehadiran Rania adalah ancaman—saingan baru dalam memperebutkan perhatian di sekolah ini.

​"Kalau tidak ada yang ingin ditanyakan, kita lanjut belajar. Silakan buka halaman 18," lanjut Rania sambil membuka buku paketnya.

​Rania mulai menjelaskan materi di papan tulis. Spidonya menari dengan lincah, menjelaskan rumus-rumus rumit dengan sangat detail. Namun, konsentrasi murid laki-laki buyar total. Alih-alih memperhatikan angka-angka di papan tulis, mereka justru sibuk memperhatikan gerak-gerik bibir mungil Rania saat berbicara.

​Tak terasa, bel istirahat berbunyi.

​"Ibu Guru! Kantin yuk? Nanti aku yang traktir deh, mau pesan apa saja bebas!" ajak Ken dengan gaya playboy khasnya. Ken adalah sahabat karib Rafael, tampan dan kaya raya, meski otaknya sering kali tertinggal di rumah.

​Rania tersenyum tipis, jenis senyuman yang membuat jantung murid laki-laki berdegup kencang. "Terima kasih tawarannya, Ken. Tapi maaf, saya sudah bawa bekal sendiri. Saya akan makan di ruang guru saja."

​Azelia yang mendengar itu langsung mencibir keras. "Dih, sok steril banget sih. Bilang saja nggak mampu beli makanan di kantin sekolah ini," gumamnya pedas sambil melirik teman-temannya.

​Rania mendengar cibiran itu, tapi dia bukan tipe guru yang gampang terpancing emosi. Baginya, menghadapi murid manja seperti Azelia sudah menjadi risiko mengajar di sekolah elit. Ia merapikan bukunya dan melangkah keluar menuju ruang guru.

​Di koridor, kecantikan Rania kembali memakan "korban". Pak Roi, guru olahraga yang badannya kekar, sampai berdiri mematung saat Rania lewat. Meski dandanan Rania sangat bersahaja, aura elegan yang ia miliki tidak bisa disembunyikan.

Lihat selengkapnya