Ibu Guru I Love You

Lucyanna
Chapter #4

BAB 4 Rafael Mabuk


Mesin mobil sport merah itu menderu membelah jalanan kota. Di balik kemudi, rahang Rafael mengeras. Bayangan wajah lembut Rania Azzahra terus melintas di benaknya, kontras dengan keadaan di rumah mewahnya sendiri.

“Nggak mungkinlah aku suka sama dia. Dia itu guru, lagian umurnya sudah jauh di atas ku,” batin Rafael mencoba menyangkal debaran aneh di jantungnya. Namun, semakin ia mencoba melupakan, semakin kuat bayangan senyum tulus Rania menghantuinya.

Di sisi lain kota, di sebuah rumah yang jauh lebih megah, Azelia sedang melancarkan aksinya. Ia duduk di sofa ruang tengah sambil merengek, matanya dibuat sembab seolah habis menangis.

"Dad! Pokoknya aku nggak mau tahu! Tadi di sekolah Rafael berani ngerayu ibu guru baru itu. Mana gurunya miskin banget lagi, Dad!" Azelia mulai menaburkan bumbu fitnah yang ia karang sendiri. "Dia sengaja godain Rafael biar diantar pulang. Aku malu, Dad, harga diriku diinjak-injak di depan semua murid!"

Bimo, yang sangat memanjakan putri tunggalnya, langsung merasa darahnya mendidih. "Siapa nama guru itu? Berani-beraninya dia mengganggu calon menantu keluarga kita."

"Namanya Rania, Dad. Dia harus dipecat! Kalau perlu, Papa ancam kepala sekolahnya!" seru Azelia dengan nada tajam.

Bimo tidak menunggu lama. Ia langsung meraih ponselnya dan menghubungi William Dirgantara.

Kring... kring...

"Halo, Bimo? Ada apa?" suara William terdengar di seberang telepon.

"Saya nggak mau tahu, William! Minggu depan, Rafael dan Azelia harus segera bertunangan. Kalau kamu menolak atau menunda lagi, ini akan berdampak buruk pada kerja sama kita. Ingat, saham saya di perusahaanmu tidak sedikit!" ancam Bimo tanpa basa-basi sebelum akhirnya mematikan sambungan telepon secara sepihak.

Tepat saat William meletakkan ponselnya dengan tangan gemetar karena emosi, Rafael muncul di ambang pintu ruang tamu.

"Rafael! Sini kamu!" seru William lantang. "Om Bimo baru saja menelepon. Dia minta minggu depan kamu dan Azelia harus segera tunangan. Kalau kamu menolak, perusahaan kita taruhannya! Kamu tahu berapa persen saham papanya Azelia di perusahaan kita?"

Rafael menatap ayahnya dengan tatapan kosong sekaligus kecewa. "Kenapa sih, Pa? Kenapa Papa harus selalu bergantung sama perusahaan Om Bimo? Perusahaan kita maju, bahkan bisa dikatakan setara. Kenapa Papa harus tunduk sama dia?"

Lihat selengkapnya