Blurb
Selama 30 tahun, Puspa tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun.
Bagi Jaya, putra satu-satunya, keheningan itu bukan sekadar keadaan. Itulah rumah tempat dia tumbuh. Dia belajar membaca kasih sayang dari senyum tipis, tatapan mata, dan tangan yang tak pernah lelah merawat orang lain.
Kini, sebagai seorang psikolog, Jaya mampu membantu banyak orang berdamai dengan luka mereka. Kecuali, ibunya sendiri.
Ketika secercah harapan mulai muncul, Jaya justru dihadapkan pada kenyataan bahwa menyembuhkan seseorang tidak selalu berarti mempertahankannya. Ada rahasia masa lalu yang perlahan terkuak, ada kehilangan yang belum benar-benar selesai, dan ada keputusan-keputusan yang menguji makna menjadi seorang anak.
Sebab, keluarga ternyata tidak hanya dibentuk oleh hubungan darah.
Kadang, keluarga lahir dari orang-orang yang memilih tetap tinggal, saling menjaga, dan saling menguatkan ketika hidup sedang berada di titik paling rapuh.