IF I..... (I'm sorry S2)

Via S Kim
Chapter #44

44

Luxira berbalik hanya sepersekian detik sebelum pedang Dann mengenainya. Ia berkelit ke samping, menghindar. Dann menyerang Luxira dengan beringas. Vero tentu tidak tinggal diam. Ia membantu Luxira. Jadilah Dann melawan dua orang. Tentu itu bukan hal yang sulit baginya.

Yang menjadi masalah adalah, karena Vero dan Luxira sebenarnya telah kelelahan. Walaupun kekuatan Elish tadi sempat berdampak bagi mereka, sayangnya itu tidak berarti memulihkan kondisi tubuh mereka yang lelah. Apalagi tidak ada lagi dalam diri mereka kekuatan magis untuk berperang. Yang paling merasakan dampaknya tentu saja Luxira. Ia tidak cukup mendapat latihan perang selama ini. Latihan terakhir yang ia lakukan tentu karena ia memiliki kekuatan magis itu dalam tubuhnya. Tapi semua itu telah hilang tentu saja. Dann bukanlah tandingannya sama sekali. Tanpa dibantu oleh Vero, ia pasti sudah tumbang di kali pertama ia berhadapan dengan Dann.

Kemudian di waktu inilah, Boo akhirnya memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya. Tanpa atau dengan kekuatan magis Elf, ia yakin kemampuan bertarungnya pasti setara dengan Dann. Ia keluar dari tempatnya bersembunyi dengan perlahan. Namun ketika sudah sampai di medan perang, ia berlari dengan gagah berani.

Boo memang tidak memiliki badan sebesar Dann, namun bukan berarti badannya kecil. Tentu ia juga memiliki otot yang kekar karena

bagaimanapun, dia adalah jendral perang. Pemimpin pasukan Elf yang sebenarnya. Membunuh penghianat memanglah tugasnya.

Traaangg…

Denting pedang akibat benturan pedang Boo dan milik Dann mengambil alih arena pertempuran. Tidak berarti Tetua Je berhenti menyerang Elish. Namun karena sedari tadi Elish memilih mengalah kepada tetua itu, pertempuran mereka benar-benar tidak terlihat serius.

Saat melihat pertarungan antara Boo dan Dann, membuat level pertarungannya terlihat sangat berbeda. Tanpa sadar bahkan Luxira dan Vero telah mundur, dan kembali menjadi penonton. Tanpa kekuatan magis pun, pertarungan Boo dan Dann terlihat sangat kuat dan agresif.

Sampai kapan ini berlangsung?

Sampai mereka kelelahan. Siapa yang lelah lebih dulu dari lawannya, tentu ialah yang akan kalah.

Kekuatan Tetua Je sebenarnya lebih besar dari dugaan siapapun yang ada di sana. Mungkin karena kekuatan tersebut bercampur dengan amarah, membara. Elish hanya mengimbangi ritme yang dibuat Tetua Je. Ia tidak mau mengeluarkan kemampuan yang lebih besar karena ia juga tidak terlalu yakin sampai sejauh mana kekuatan yang dimiliki Tetua Je. Ia masih akan menunggu sampai tetua itu lelah sendiri.

Pertarungan antara Boo dan Dann juga terlihat tidak seimbang. Ya walaupun tidak ada perbedaan yang cukup mencolok sebenarnya. Namun karena Dann terlihat sangat agresif, jadi terkesan Boo hanya banyak melakukan gerakan menghindar.

Lihat selengkapnya