Kau tahu apa yang sedang dilakukan Elish sebenarnya? Ia menunggu Tetua Je membakar habis semua kekuatannya. Dengan ia menggunakan kekuatan tersebut, ia seperti sedang membakar habis semua kekuatan yang tersisa. Elish hanya perlu bersabar menunggu kekuatan itu habis dengan sendirinya.
Gerakan Tetua Je juga sebenarnya sudah mulai tidak terarah. Ia melempar serangan magis dengan sembarangan. Benar-benar seperti orang mabuk. Elish terus menghindar. Mengimbangi serangan-serangan itu. Sesekali ia menyerang dengan pedang yang ia pegang. Atau dengan kekuatan magis yang sekiranya Tetua Je tidak bisa menirunya. Tidak bisa meniru karena kekuatannya cukup terbatas saat ini. Elish juga tidak lagi mengajak diskusi atau penawaran. Ia lelah.
.
“Ia akan mati perlahan oleh kekuatannya sendiri,” ucap Boo ketika sampai ke tempat Vero dan Luxira duduk.
“Dimana pasukanmu?” tanya Vero alih-alih menanggapi kalimat Boo sebelumnya.
“Aku menyuruh mereka semua mundur dan menjaga area ini, agar tidak dimasuki makhluk lain yang tidak berkepentingan. Menjaga ketentraman Arvore lebih penting bukan?”
Luxira mengangguk.
“Awalnya memang aku sudah menyiapkan pasukan untuk membantu kalian. Tapi setelah aku amati, kalian tidak perlu bantuan,” Boo sudah duduk di samping Vero.
“Kami hampir mati kelelahan,” kata Luxira.
“Selama Elish belum tumbang, itu artinya semua baik-baik saja,” jawan Boo.
Kali ini Vero yang mengangguk-angguk.
“Bukankah kau menyaksikan semuanya?” pertanyaan Boo untuk Vero.
“Ya, aku fikir dulu Eriva adalah makhluk yang kuat dengan kekuatan peri yang luar biasa. Namun melihat Elish, aku tahu kekuatan itu ternyata bisa terlihat lebih hebat dengan cangkang yang lebih kokoh,” ucap Vero. Ia langsung menangkap arah pertanyaan Boo.
Boo sebenarnya tidak terlalu mengerti dengan jawaban Vero, walau jawaban yang Vero berikan sebenarnya sesuai dengan pertanyaan yang ia lontarkan. Luxira lebih tidak mengerti.
“Peri memang terlihat hebat dengan segala kekuatan magisnya. Namun kalian tidak tahu bahwa tubuh peri begitu rapuh. Dengan kekuatan sebesar itu, tentu tubuh peri tidak begitu maksimal menggunakan kekuatannya. Kebanyakan peri memiliki kekuatan yang spesifik. Conqueror atau Healer, mereka digolongkan ke dalam dua jenis itu. Namun ada beberapa peri yang sebenarnya memiliki kedua jenis kekuatan yang sama-sama besar. Salah satunya Eriva. Kekuatan besar seharusnya ada dalam tubuh yang lebih kuat agar bisa dimanfaatkan sebesar mungkin. Namun Eriva terlalu kecil dan rapuh, sehingga kekuatan itu tidak terlihat besar saat itu. Walaupun yah sebenarnya sudah hebat.”
Vero menghela nafas sebentar.
“Peri dilahirkan oleh langit. Tidak terlahir dari peri lainya. Ia tercipta begitu saja. Sama seperti kekuatan magis itu sendiri. Hanya beberapa peri saja yang pada akhirnya memiliki kesempatan untuk reinkarnasi. Karena terikat takdir, aturan alam, atau karena kekuatan magis yang mengisi kami saat itu melahirkan kami kembali. Tidak ada yang tahu.”
“Bahwa sebenarnya kekuatan itu sendiri tidak bisa dicuri,” sela Boo.
“Yah, aku juga baru menyadari hal itu. Bahwa ternyata itu tidak bisa dicuri. Atau memang sebenarnya bisa. Namun milik Elish tidak. Tidak ada yang tahu pastinya,” Vero memainkan rumput di sebelah tempatnya duduk. Mencabutinya tanpa sadar.