Dulu waktu sekolah, aku ngeliat nenek kakek kayak pahlawan.
Iya. mereka keras, bentak kalau nilai turun. Marah kalau pulang telat. Tapi mereka ada, tiap pagi masakin,tiap sakit nyuapin.
Aku sekolah juga dibantu paman dan bibi. Mereka yang kadang bayarin buku, yang nitipin uang jajan.Dari kecil aku udah diajarin satu kalimat"Na, kamu ini berhutang. Hutang pengasuhan. Hutang biaya. Sama semua orang."Jadi aku harus balas budi. Caranya? Ngerawat kakek dan nenek. Karena bapak ibu jauh,Karena aku cucu yang di rawat sejak kecil.
Aku pegang janji itu sampai sekarang. Sampai ke titik aku kerja, gajian langsung dibagi dua. Aku menikah lalu punya anak.
Hari itu kelas 12 "Mau bayar uang kelulusan". Aku nyicil dari kelas 10. Udah lunas 90% Kurangnya 200 ribu, udah batas akhir. 200 ribu, tapi buat kami segunung.
Selama ini biaya sekolah aku emang dibantu. Beberapa kali dapat beasiswa, tapi uangnya sering ke pake buat kebutuhan rumah juga. Listrik, beras, obat nenek. Buat berangkat sekolah aja aku jalan kaki beberapa kilo meter dari aku Sekolah dasar . Waktu SMA jalan juga, tapi setelahnya baru naik bus sekolah bantuan perusahaan. Ke kota berangkat jam 6 pagi pulang jam 5 atau 6 sore full day, Pulang pergi kayak gitu 3 tahun.