Ikatan Balas Budi

Heni Supriatin
Chapter #3

Bab 3 - Guru Dadakan 3 Bulan

Tiga bulan, itu waktu paling bahagia setelah lulus.

Aku kerja di yayasan perpustakaan keliling, tiap pagi naik mobil bak terbuka, bawa kardus buku, peralatan menggambar mewarnai, snack ringan, keliling ke sekolah-sekolah.

Gajinya? Kecil banget. 1 juta. Gak cukup buat bayar tagihan dan keperluan rumah.

Tapi aku senang, karena di depan kelas, aku jadi "Guru dadakan".

Anak-anak berebut pinjam buku. Ada yang bisik, "Kak, besok datang lagi ya?"

Disitulah aku ngerasa... oh, ini cita-citaku.

Sejak kecil itulah mimpiku, awalnya jika di tanya apa alasannya. Jawabku sederhana ingin seperti Bu Wina guru bahasa indonesia yang setiap pagi masuk kelas bunyi sepatunya "tak tik tuk" pada lantai beralasan papan.

Hari-hari setelah aku dewasa, aku pikir itu profesi mulia, menyenangkan.

Suatu sore kakek manggil aku di teras. Wajahnya serius, sebatang rokok kretek di tangan.

Aku duduk "Kirana, berhenti kerja di situ. Ada tawaran kerja gaji lebih besar. Dari Pak Aji. Ga enak nolak, orang baik nawarin. Lagian dia juga tetangga depan rumah"

Aku diam, tangan dingin"Ke... tapi kek, aku suka di perpustakaan..."

Belum selesai kakek memotong "Udah, pikirin keluarga. Gaji kecil buat apa?"

Malam sebelum tidur, aku cuman bisa nangis sebentar. Rasanya sesek, apapun harus sesuai keputusan dan keinginan mereka. Aku bahkan ga diberi ruang, diberi hak untuk apapun dalam hidupku. Kuliah bahkan sampe urusan pekerjaan.

Besoknya aku ngajuin resign, gak ada yang nanya aku mau apa, yang ada cuma "demi keluarga" dan "ga enak sama orang".


Lihat selengkapnya