Namanya Haidar Abraham Adigjaya. Pemuda berusia 18 tahun ini dianugerahi kulit eksotis yang menjadi daya tarik tersendiri, membungkus parasnya yang tergolong manis dan lembut. Namun, jangan pernah tertipu oleh kesan pertama.
Jika kalian melihatnya sekilas, kalian mungkin akan langsung menyimpulkan bahwa Haidar adalah sosok remaja kalem, penurut, pintar, dan ramah. Sayangnya, kesimpulan itu meleset jauh. Haidar adalah antitesis dari semua pujian itu.
Secara akademis, ia berada di zona abu-abu; tidak bisa dibilang jenius, namun tidak pula bodoh. Tingkat kenakalan dan kejahilannya seringkali berada di luar nalar akal sehat. Belum lagi tingkat kepercayaan dirinya yang menjulang tinggi, bahkan mungkin mampu menandingi kemegahan Burj Khalifa. Ditambah lagi dengan lidahnya yang setajam belati, siap meluncurkan kalimat-kalimat pedas yang membuat telinga memerah.
Meski begitu, Haidar memiliki sisi lain yang kontradiktif. Ada saat-saat langka di mana ia bisa bersikap dewasa dan bijaksana—biasanya momen ini hanya muncul saat ia sedang dalam kondisi benar-benar "sadar" dan tenang.
Haidar lahir dari keluarga sederhana. Tidak bergelimang harta, namun juga tidak kekurangan; hidup di garis menengah yang biasa saja. Namun, di balik kelakuannya yang ajaib, ia menyimpan sebuah cita-cita yang tulus: ingin menjadi sosok ayah yang baik bagi anak-anaknya kelak. Keinginan yang terdengar sederhana, namun menjadi tantangan besar mengingat sifatnya yang masih jauh dari kata "teladan". Selain itu, ia memiliki impian terpendam untuk menjadi seorang penyanyi.