INERSIA

cahyo laras
Chapter #11

Hancurnya Sang Predator

Keesokan paginya. Jam 08.00 WIB.

Aku duduk santai di kubikelku, menyeruput kopi saset murahan yang uap panasnya masih mengepul wangi. Di sebelahku, Via baru saja datang. Aroma sampo lidah buayanya kembali tercium segar. Wajahnya tak lagi seputih kapas, rona kemerahan sudah kembali ke pipinya.

"Pagi, Maass," sapa Via dengan nada yang jauh lebih hidup.

"Pagi. Bagaimana kondisimu hari ini?" tanyaku, meletakkan cangkir kopiku.

"Sudah lebih baik, Mas. Istirahat dua hari kemarin bener-bener berguna banget buat nenangin pikiran," kata Via, menyandarkan tasnya di kursi. Namun senyumnya tiba-tiba tertahan. Suaranya berubah sedikit bergetar. "Mas... apakah hari ini aku akan..."

"Enggak." Aku memotongnya cepat.

"Eh?"

"Tenang saja. Kamu ga akan dibawa Richard ke mana-mana lagi hari ini. Atau selamanya," jawabku santai.

Via mengerutkan kening. "Kenapa, Mas?"

"Tunggu saja."

Belum sempat Via bertanya lebih lanjut, terdengar suara langkah sepatu hak tinggi berlari tergesa-gesa membelah ruangan. Desi menghampiri kubikel kami dengan napas terengah-engah dan wajah yang berseri-seri penuh kemenangan.

"Via... Via... kamu udah baikan?!" seru Desi.

"Su.. sudah, Kak Desi... udah agak baikan. Ada apa, Kak?"

Lihat selengkapnya