INERSIA

cahyo laras
Chapter #13

Pertemuan Dengan Masa Lalu

Otakku langsung masuk ke mode panik darurat. Aku menundukkan kepala dalam-dalam, mencoba memanfaatkan tubuh mungil Via yang duduk di depanku sebagai tameng hidup. Jangan lihat aku... jangan lihat aku...

 "Lho? Daffa??"

Astagah. Suara familier itu membekukan tulang punggungku. Olla menyadari keberadaanku. Langkah kakinya mendekat, membawa aroma parfum vanilla yang dulu sering membuatku susah tidur, namun kini hanya membuat asam lambungku naik.

"Gimana kabarmu, Daf??" sapa Olla riang, mengarahkan kameranya sedikit ke bawah sebelum menurunkannya.

"Ba... baik, La... ka... kamu sendiri gimana?" jawabku kaku, memaksakan kepalaku mendongak dengan senyum yang pasti terlihat seperti orang menahan sakit gigi.

"Alhamdulillah baik, Daf! Kamu ke mana aja sih? Tiba-tiba ngilang gitu aja. Medsosmu hilang, nomormu juga ga aktif," kata Olla dengan wajah tanpa dosa.

Bukan menghilang, La. Aku memblokir seluruh eksistensimu dari peradabanku. Status Instagram-nya yang menampilkan makan siang romantis di Bali bersama pria tajir dengan caption 'Love in Bali With U' empat tahun lalu itu sukses membuat mentalku hancur lebur.

"Iya... aku udah nonaktifin sosmed dan ganti nomor," aku berbohong dengan lancar. Kenyataannya, akunku masih aktif, hanya memblokir sosmednya saja, dan nomorku masih sama persis.

Mata Olla beralih menatap Via yang sedari tadi kebingungan melihat kami. "Ini pacarmu, Daf?" tanyanya.

Tiba-tiba, otak analitisku menampar kesadaranku. Aku menatap Via, lalu menatap Olla. Sial. Kenapa muka mereka lumayan mirip? Sama-sama berambut panjang hitam kecokelatan yang bergelombang jatuh di bahu. Kulit putih bersih. Mata bulat bening. Dan postur tubuh yang mungil, persis seperti botol Yakult. Apakah selama ini alam bawah sadarku tidak pernah benar-benar move on sehingga aku refleks peduli pada Via? Sialan.

"Bu.. bukan, Kak. Saya temen kerjanya Mas Daffa," potong Via cepat dengan senyum sungkan.

"Ka... kamu lagi ngapain ke sini, La?" tanyaku, berusaha mengalihkan pembicaraan agar interaksi ini segera berakhir.

"Aku lagi bikin konten review cafe andalan para budak korporat SCBD," kata Olla antusias.

Konten yang sangat unfaedah. Sepanjang jalan Sudirman ini ada puluhan cafe estetik, kenapa harus yang ini sih?

"Oh iya, namaku Olla," Olla mengulurkan tangan ke arah Via.

"Via..." Via menyambut jabatan tangan itu.

"Dipikir-pikir... kita kok mirip ya?" Olla memiringkan kepalanya, menatap Via lekat-lekat.

"Apa iya, Kak?" Via tertawa kecil, sedikit canggung.

"Foto yuk! Aku mau share ke Story-ku, ketemu kembaran yang beda nasib, hehehe..." kata Olla sambil mengangkat ponselnya tinggi-tinggi.

Kamera berbunyi klik.

"IG-mu apa, Via?"

"Cari aja Delvia Laurence, Kak," jawab Via.

"Oke, nanti aku tag ya!" kata Olla riang.

"Kamu... sendirian, La?" tanyaku akhirnya memberanikan diri.

"Iyalah sendirian. Mau sama siapa emangnya?"

Lihat selengkapnya