Menjadi jongos ketik di divisi akunting berarti harus terbiasa dengan rasa pegal di leher dan meja kerja yang selalu terlihat seperti kapal pecah. Siang itu, aku sedang berjongkok di bawah kubikel, menyusun ulang tumpukan ordner tagihan yang kemarin sore dipindahkan Via secara paksa ke laci bawah demi menaruh sepiring pizza.
Gadis itu entah menghilang ke mana sejak jam istirahat tadi. Mataku melirik kursi kosong di sebelahku. Ingatan tentang wajah syok Via saat melihat angka 5,2 juta di slip gajiku kemarin sore kembali melintas.
Aku menghela napas panjang sambil mengembalikan ordner ke atas meja. Ya, aku tahu lima koma dua juta di kawasan SCBD itu ibarat mencoba bertahan hidup di tengah gurun sahara dengan berbekal sebotol ludah. Tapi mau bagaimana lagi? Protes ke Pak Brata sama saja dengan menyerahkan leher untuk dipenggal. Setidaknya aku sudah menyelamatkan Via dari penjara konspirasi kemarin, itu sudah cukup untuk menjaga sisa kewarasanku di gedung ini.
Ting!
Suara notifikasi dari Microsoft Outlook di PC-ku berbunyi. Aku duduk kembali ke kursiku dan melirik layar monitor.
Ada satu email baru masuk. Mataku otomatis memicing membaca nama pengirimnya.
Sender: HR_Payroll@moe-group.co.id Subject: [CONFIDENTIAL] ADDENDUM KONTRAK & PENYESUAIAN UPAH - Daffa N.
Alisku bertaut. Email dari HR Payroll di tengah bulan, jauh dari tanggal gajian, itu ibarat surat panggilan dari malaikat maut. Biasanya isinya teguran keterlambatan absen atau surat denda pemotongan gaji.
Dengan perasaan waswas, aku mengeklik email tersebut. Ada sebuah file PDF terlampir. Password-nya menggunakan Nomor Induk Karyawan. Jari-jariku mengetikkan deretan angka NIK-ku dengan cepat.
Enter.
Jendela PDF terbuka, menampilkan kop surat resmi perusahaan. Mataku memindai kalimat-kalimat legal yang membosankan itu, hingga tatapanku terpaku menabrak sebuah tabel di bagian tengah halaman.
Jabatan Baru: Dedicated Admin Project & Senior Staff Accounting Status: Disetujui oleh Manajer Divisi & HRD Manager Take Home Pay (Nett): Rp 7.500.000,-
Aku berhenti bernapas.
Satu detik. Dua detik. Tiga detik.