INERSIA

cahyo laras
Chapter #40

Menyusun Bom Psikologis Untuk Sang Jaksa

Pukul 14.00 WIB.

Aku duduk di kubikelku. Layar monitorku menampilkan draf rekonsiliasi agar terlihat seolah aku sedang bekerja normal. Namun, di balik jendela Excel itu, aku sedang meracik bom nuklir psikologis untuk sang Jaksa.

Tiga dokumen sudah siap dalam format PDF:

Pertama adalah foto close-up dari halaman Buku Kas Hitam milik Pak Dewa yang kuambil satu jam lalu. Resolusinya tajam. Tulisan tangan "IPL Apartemen Senopati Unit 18B - A/N PT Cangkang Mas - (Sesuai Pesanan J.A)" tercetak dengan sangat jelas.

Kedua adalah mahakarya psikologisku. Menggunakan OSINT (Open Source Intelligence) dasar, aku melacak akun Instagram istri sah sang Jaksa. Aku mencetak foto keluarga mereka yang sedang tersenyum bahagia merayakan ulang tahun pernikahan. Tepat di bawah foto keluarga harmonis itu, aku menempelkan cetakan denah dan foto lobby Apartemen Senopati yang kudapatkan dari brosur digital.

Sebuah kolase yang menyatukan dua dunia sang Jaksa: Keluarga sempurnanya di siang hari, dan simpanan rahasianya di malam hari.

ketiga adalah eksekusi. Ultimatum. Aku mengetiknya menggunakan aplikasi Notepad dasar dengan font Courier New, rata kiri, tanpa header atau footer.

YTH. BAPAK JAKSA UTAMA.

KAMI TAHU BAPAK SEDANG SIBUK MENGURUS KASUS PT BEGO. TAPI JANGAN LUPA MEMBAYAR IURAN APARTEMEN SENOPATI UNIT 18B BULAN INI. KASASI BISA DIATUR, TAPI ISTRI MUDA BAPAK TIDAK SUKA MENUNGGU.

PILIHAN BAPAK HARI INI HANYA DUA:

1. TERBITKAN SURAT PENGHENTIAN PENYIDIKAN (SP3) UNTUK CEO PT BEGO SEBELUM PUKUL 17.00 WIB.

2. BESOK PAGI, SALINAN BUKU KAS INI, BESERTA ALAMAT APARTEMEN TERSEBUT, AKAN MENDARAT DI MEJA KETUA KPK, MEJA REDAKSI MEDIA NASIONAL, DAN TENTU SAJA... DI MEJA MAKAN ISTRI SAH BAPAK.

TICK TOCK, PAK JAKSA.


Masalahnya, aku tidak bisa sekadar menekan CTRL+P. Di perusahaan sebesar PT BEGO, setiap mesin printer terhubung ke Print Server. Sistem IT akan mencatat IP Address komputermu, nama user, nama dokumen, dan jam cetak untuk keperluan pemotongan budget divisi. Kalau ada penyidikan, jejakku akan langsung terbaca.

Tapi, seperti yang sudah kubuktikan saat mensabotase kontrak Pak Helmi dulu... aku adalah dewa di mesin printer Fuji Xerox raksasa yang ada di lorong.

Lihat selengkapnya