INERSIA

cahyo laras
Chapter #68

Tangisan Olla

[DAFFA]

SENIN, 5 Oktober Pukul 18.30 WIB

Setelah menembus kemacetan gila Jakarta dengan busi baru seharga lima belas ribu, akhirnya aku sampai di kamar kosanku.

Kipas angin kecil di sudut ruangan berputar memecah udara panas. Setelah mandi seadanya untuk melunturkan debu jalanan, aku merebus mi instan, menelannya cepat-cepat, lalu merebahkan punggungku yang pegal ke atas kasur busa tipisku. Aroma gurih MSG masih tertinggal di udara.

Huff... Aku menghela napas panjang menatap langit-langit berdebu. Padahal hari ini tidak ada lemburan sama sekali di kantor, tapi tetap saja aku baru bisa menempelkan punggung di kasur di atas jam enam sore gara-gara insiden motor mogok tadi.

Tepat saat mataku mulai terpejam, ponsel di sebelah bantalku bergetar. Layarnya menyala.

Sebuah pesan WhatsApp masuk. Dari Olla.

Olla: Daff... aku lagi di depan minimarket deket gang kosanmu nih. Sini dong.

Alisku langsung bertaut. Hah? Ngapain lagi influencer papan atas ini nyasar ke daerah kosan kumuhku malam-malam begini?

Aku: Males. Aku baru pulang kerja. Capek.

Olla: Oke. Kalau gitu aku yang jalan nyamperin masuk ke kosanmu ya.

Sialan. Otakku langsung membunyikan alarm bahaya. Kalau mobil Innova-nya masuk ke gang sempit ini, apalagi kalau sampai warga kosan melihat seorang perempuan glowing mencariku, gosipnya bisa meledak sampai ke kelurahan. Jangan.

Aku: Jangan gila. Ya udah, tunggu di situ. 15 menit aku sampai.

Olla: 15 menit? Lama iih...

Aku: Jangan bawel.

Aku melempar ponselku, bangkit dengan malas, lalu memakai kaus oblong pudar dan celana jeans panjang seadanya. Aku berjalan keluar kosan, menyusuri gang sempit menuju jalan raya utama. Deru kendaraan langsung menyambutku. Setelah menyeberang jalan dengan susah payah, mataku menangkap siluet mobil Innova silver milik Olla terparkir menyendiri di sudut minimarket.

Aku berjalan mendekat. Kaca jendelanya sedikit terbuka. Aku melihat Olla sedang duduk di balik kursi kemudi. Wajahnya diterangi pendar cahaya dari dashboard.

"Ada apa?" tanyaku datar dari luar jendela.

"Masuklah, Daff. Kita jalan-jalan bentar, cari angin," ajaknya dengan senyum tipis.

"Aku tadi sudah makan angin kebanyakan di jalan raya, La. Masuk angin entar."

"Udah ah, naik cepet!!" paksanya.

Aku menghela napas pasrah, membuka pintu kiri, dan naik duduk di sebelahnya. Hawa dingin dari AC mobil langsung menyergap kulitku, bercampur dengan wangi parfum mobil vanilla yang lembut.

Tanpa banyak bicara, Olla memundurkan mobilnya keluar dari minimarket dan mulai menyetir tanpa tujuan yang jelas membelah jalanan malam Jakarta.

"Gimana kelanjutan pabrik Linda hari ini?" tanyaku memecah keheningan, mengalihkan pandangan ke deretan lampu jalan yang melintas cepat.

"Hari ini kedua orang tuaku dateng ke sana, Daff..." suara Olla terdengar bersemangat, namun ada getaran aneh di baliknya. "Papa dan Mama bangga banget sama pencapaian Linda. Mereka termasuk yang hampir ga percaya ngeliat warung sepi itu bisa berubah skala ekstrim jadi pabrik manufaktur kayak gitu. Media dari portal berita juga pada dateng ngeliput, persis sesuai dengan perhitungan exposure yang kamu rancang, Daff."

Aku hanya tersenyum tipis mendengarnya.

"Harusnya kamu dateng ke sana hari ini, Daff," lanjut Olla, menoleh padaku sekilas. "Papa dan Mama ga ada yang tahu kalau kamu, yang bekerja di balik layar dan membuat semua ini bisa terjadi."

"Ga usah, La. Yang penting semuanya udah berjalan stabil sesuai SOP," jawabku santai. Otakku kembali mengalkulasi hasil terpenting dari proyek ini: Baguslah. Dengan begini, waktu rebahan hari Mingguku tak perlu terganggu lagi.

Olla tersenyum mendengar jawaban pragmatisku.

"Eh, Daff... tahu nggak, tadi waktu aku bikin konten..."

Olla mulai bercerita. Mobil terus melaju membelah malam. Entah sejak kapan, suasana di antara kami mencair sepenuhnya. Kami saling bertukar pikiran. Aku menceritakan apa yang terjadi hari ini di basement, betapa ceroboh dan tidak masuk akalnya Via saat membelikan busi Iridium Moge seharga tiga ratus ribu untuk Supra bututku.

Lihat selengkapnya