Ingatan Seorang Saksi

Nadzir Arafah
Chapter #8

Perubahan Mendadak

Setelah para pengunjung mengetahui saksi kali ini akan meringankan terdakwa, rasa ketertarikan mereka terpancing. Para pengunjung duduk dan penasaran skenario apalagi yang kira-kira bisa terjadi. Tidak ada dari mereka yang meninggalkan kursinya -seperti yang sesekali terjadi di kasus lain yang kadang menjemukan. Mereka ingin tahu peristiwa sebenarnya dari insiden itu.

Alvin berjalan dengan sigap menuju ke kursi pemeriksaan di depan dewan hakim. Matanya sekilas menyapu ke arah sekeliling. Dia cuma melihat sebentar ke arah ibunya, penasihat ibunya, ayahnya dan juga Keyla sebelum kembali menatap ke depan.

Namun beberapa saat setelah itu tubuh Alvin tiba-tiba bergetar dan terdiam di tempat laksana tersengat listrik. Raut mukanya berubah menjadi tegang. Dengan satu tangan memegang erat kepalanya dia mengaduh keras dan membungkuk. Sambil terhuyung Alvin kembali meneruskan langkahnya menuju ke kursi di depannya.

Para pengunjung sontak cukup heboh melihat insiden kecil tersebut. Mereka saling berbisik-bisik dengan orang di sebelahnya. Keyla juga turut bertanya-tanya, "Kenapa dia? Sepertinya kehadiran salah satu orang di sini ada yang berdampak ekstrim padanya. Aku? Tidak. Dulu dia bertemu denganku dan reaksinya tidak begitu. Ibunya? Atau jangan-jangan ayahnya?"

Ketika Alvin akhirnya mengangkat kepala, ekspresinya terlihat bercampur antara bingung dan takut. Alvin berusaha menenangkan dirinya dan mencoba memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi. Pandangannya melihat ke seantero ruangan dan berhenti ketika melihat sosok ibunya yang duduk di samping pengacara.

“Ibu! Apa yang terjadi Bu?! Kenapa Ibu duduk di kursi terdakwa?!” teriak Alvin panik. Dia menatap bingung wajah ibunya yang pucat. Meski Alvin merasakan mentalnya sedang tidak karuan, dia cukup luas wawasannya untuk tahu orang yang duduk di samping pengacara saat persidangan berarti statusnya adalah terdakwa.

Jaksa, pengacara, hakim dan pengunjung merasa khawatir dan heran melihat kejadian yang tak terduga ini. Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi pada saksi itu. Apakah dia sedang sakit? Ataukah ada sesuatu yang terjadi yang tidak mereka ketahui?

“Saudara saksi, apakah kondisi saudara baik-baik saja?” tanya hakim anggota memecah kebingungan. Hakim menanyakan kembali kesiapan saksi demi melihat kondisi Alvin yang ganjil.

Lihat selengkapnya