Ingatan Seorang Saksi

Nadzir Arafah
Chapter #12

Memaksakan Diri

Dengan raut wajah serius, wanita muda itu menatap lekat berkas lama di tangannya. Nama "Sri Handayani" tercantum jelas sebagai subjek dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersebut. Wanita itu adalah Ana Stevi Nugroho. Di dalam kamarnya, di kediamannya kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ia tengah berpikir keras mencari celah untuk membela ibunya dalam kasus berat yang tengah dihadapinya.

"Besok Alvin akan menjalani terapi dengan psikolog itu, Keyla. Hmm, Keyla. Ia pikir aku tidak mendengar rumor tentang hubungan mereka selama di kampus," ujar Ana tersenyum simpul. Di momen pertemuan mereka yang tak terduga kemarin, ia harus menahan diri untuk tidak menanyakan status hubungan gadis itu dengan adiknya. Paling tidak, tidak di saat kondisi keluarga mereka tengah berantakan seperti sekarang ini.

Matanya kembali mencermati berkas BAP itu. Ia menyimaknya dari awal, berharap adanya kemungkinan menemukan satu atau dua hal yang luput dari pengamatannya.

BAP Sidang Pemeriksaan, sidang kasus nomor 456/SPR/2023, dengan terdakwa Sri Handayani. Ana melompat ke bagian dakwaan dari jaksa penuntut, "Bahwa terdakwa Ibu Sri Handayani, pada tanggal 8 Januari 2023, bertempat di rumahnya di Jl. Merdeka No. 44 Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, telah dengan sengaja menghilangkan nyawa Vito Nugroho dengan cara menusuk perut korban dengan pisau dapur. Perbuatan terdakwa sebagaimana diancam dengan hukuman pidana dalam pasal 338 KUHP.”

"Pasal yang dikenakan pada Ibu adalah pasal tunggal. Ada barang bukti dan ada saksi mata. Kalau sekedar melihat hal itu seharusnya ini tergolong kasus sederhana. Bukan kasus rumit. Tapi aku tidak akan sepusing ini jika benar sesederhana itu. Cukup dari cara pengakuan Ibu saja sudah luar biasa janggal," telaah Ana.

Ana menghela nafas frustasi demi mengingat sikap ibunya. Sejak kejadian itu, bahkan sampai saat bertemu dirinya, ibunya menolak menceritakan peristiwa tersebut. Bu Sri hanya berulangkali menyebut dialah yang bersalah dan dialah yang membunuh Vito.

Lihat selengkapnya