Ingatan Seorang Saksi

Nadzir Arafah
Chapter #15

Kasus Bisu Selektif (1)

Rumah itu sunyi-sepi. Sudah larut malam. Mungkin sudah hampir jam satu dini hari. Bu Zakia yang tertidur lelap perlahan terbangun mendengar suara berisik di ruang tengah rumahnya. Ia dengan langkah terkantuk-kantuk menghampiri ruang tengah yang masih terang oleh cahaya lampu. Ia khawatir barangkali ada kucing yang menyusup masuk dari atap, mengejar tikus atau cicak dan memecahkan perabotan. Hal semacam itu pernah terjadi.

Rasa kantuknya mendadak lenyap begitu ia melihat pintu belakang rumah sedikit terbuka. Pintu itu telah dibobol! Dengan rasa curiga Bu Zakia berjingkat menuju ke ruang tengah. Sayang sekali Bu Zakia hanyalah ibu rumah tangga biasa. Ia tidak terpikirkan untuk menelepon polisi begitu melihat tanda-tanda pencurian. Ia juga tidak mencari barang-barang di sekitar rumah yang bisa dijadikan senjata sebelum datang menyelidik.

Rasa penasaran Bu Zakia berbuah fatal. Pencuri yang kepergok tengah mempreteli monitor LED dengan sigap bergerak menuju Bu Zakia. Tangannya yang dilapisi sarung tangan hitam dengan tanpa ragu segera menghunus pisau.

"Maling! Toloong!!" jerit Bu Zakia. Itu adalah kalimat terakhir wanita paruh baya tersebut. Malam itu si pencuri sedang sial meremehkan rumah tersebut sehingga dia tidak mengenakan topeng. Dia segera menghujamkan pisau itu ke dada Bu Zakia. Namun betapa kagetnya dia karena mendapati di ujung lorong ada anak kecil perempuan yang tengah berdiri mematung menatapnya.

Pencuri itu dalam sekejap mengambil keputusan. Dia bergegas mengambil monitor besar itu dan lari lewat pintu belakang. Lorong tempat gadis kecil itu berdiri terlalu jauh. Setiap detik sangat berharga baginya untuk bisa kabur dari kejaran warga.

Malam itu, gadis kecil itu, Yuni Zahira, berdiri mematung melihat ibunya bersimbah darah sampai pagi. Teriakan ibunya terlampau singkat dan tidak ada warga sekitar yang terbangun. Keesokan harinya warga gempar mendapati kejadian tersebut. Tak lama setelahnya suara sirine polisi sayup-sayup terdengar mendekat.

Lihat selengkapnya