Ingatan Seorang Saksi

Nadzir Arafah
Chapter #20

Konklusi

Hari sudah beranjak petang ketika Alvin yang duduk menenangkan dirinya di rumah petaka itu perlahan bangkit berdiri. Pada akhirnya dia memutuskan untuk tidak mengulangi kesalahannya. Dulu otaknya lari dari kenyataan dengan membungkam memorinya. Sekarang jiwanya tidak akan lari lagi. Situasinya sudah berbeda. Dia dibutuhkan persaksiannya oleh ibunya. Dia dibutuhkan oleh Keyla, kekasihnya.

'Tut tut,' dering panggilan keluar tertuju pada nomor kakaknya, Ana Stevi Nugroho.

"Halo, assalamu'alaikum, Alvin?"

"Wa'alaikumussalam. Kau ada di rumah, Kak?"

"Ya, aku di rumah. Datanglah ke sini. Aku sudah mendengar semuanya. Keyla sedari tadi sudah resah menunggu kabarmu," pinta Ana lembut.

"Oke. Aku akan ke situ. Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan nanti," jelas Alvin. Memori Alvin kembali dalam 3 minggu. Sementara waktu yang diberikan oleh pengadilan adalah 3 bulan. Mereka punya waktu lebih dari cukup untuk membuat persiapan.

Setelah bertemu dengan Ana, Alvin lantas berterus-terang mengungkapkan bahwa ingatannya telah kembali. Dia menceritakan semua hal yang terjadi pada malam tragedi pembunuhan itu. Ana terenyuh mendengar pengakuan adiknya tentang kematian Vito. Ia mengerti bahwa yang dilakukan Alvin adalah ketidaksengajaan. Ia lebih merasa geram ke ayah mereka yang menjadi penyebab semua tragedi ini terjadi.

Malam itu mereka bertukar pikiran untuk mengatur strategi yang jitu guna menghadapi persidangan kelak. Serta strategi pada persidangan susulan yang sangat mungkin akan terjadi. Ana bahkan menyewa jasa detektif swasta untuk keperluan itu.

Di sisi lain, Alvin juga menghubungi Keyla dan menceritakan semuanya. Keyla seketika mengerti bahwa Alvin dikuasai oleh self blame akibat kematian kakaknya. Ia dengan sabar menghibur Alvin bahwa saat ini dia sudah tidak sendirian lagi. Dia punya Keyla, punya Kak Ana, punya ibunya, yang pastinya semua sangat menyayanginya. Pembicaraan dua insan sejoli ini bergeser ke masa depan mereka. Mereka membicarakan banyak hal sampai pada cara Alvin mengambil hati keluarga Keyla nantinya.

***

Dua bulan berlalu sejak ingatan Alvin kembali. Sidang lanjutan yang yang sempat ditunda akhirnya dimulai. Setelah melalui rangkaian prosedur yang diperlukan dalam persaksian, Alvin menghadap pada hakim ketua.

"Yang Mulia, saya akan menyampaikan hal yang bertolak belakang dengan persaksian Andi Nugroho, ayah saya. Saya sekaligus ingin mengklarifikasi bahwa ibu saya tidak bersalah. Sayalah yang secara tidak sengaja menusuk Vito, setelah sebelumnya Vito dihajar sampai sekarat oleh ayah saya."

Hampir semua orang yang ada di ruang sidang terkesiap dengan keterangan yang baru saja diungkapkan oleh Alvin. Mengecualikan orang-orang terdekatnya.

Lihat selengkapnya