Inikah rumah hantu

goresan_pena
Chapter #1

BENALU

BAB 1: BENALU


Pagi di rumah ini tidak pernah dimulai dengan selamat pagi.Pagi di rumah ini dimulai dengan gebrakan pintu kamarku.

"HEH, BENALU! BANGUN!"

Sebuah handuk mendarat di mukaku. Aku tidak kaget. Aku sudah hafal, untungasih handuk bukan sepatu. Kalau aku bangun telat satu menit, aku pemalas. Kalau aku bangun duluan, aku sok rajin.

Aku diam. Menarik selimut sampai dagu. Di luar, langkah ayah menyeret sandal. Sengaja dikerasin.

"Kupingmu budek ya? Udah jam enam! Mau malas malasan ya ?"

Aku tetap diam. Karena kalau aku jawab "Iya, sebentar", nanti jawabannya: "Jawab mulu! Gak ada sopan-sopan!" Kalau aku diam terus, nanti pintu ditendang: "Anak durhaka! Dibilangin gak denger!" Karna apa pun yang aku lakukan disini tetap aja salah.

Aku bangun dari kasur dan berjalan di atas lantai yang dingin. Kamar ini tidak punya kunci, pernah aku pasang tapi udah dirusak. "Di rumah ini gak ada rahasia!" kata mereka sambil emosi. Padahal aku cuman mau memiliki ruang privasi buat tenang dan dan istirahat.

Aku lipat selimut. Rapi. Kalau tidak rapi, nanti siang aku dibilang "Kerjaan cuma tidur doang, beresin kamar aja gak becus." Kalau rapi, nanti dibilang "Sok bersih. Hidupnya aja kotor, wajahnya aja nggak dirawat kusam kotor kayak keset."

Dikamarku hanya ada 1 cermin. Dan adanya cuman cermin retak yang sengaja tidak kubuang. Biar aku ingat mukaku setiap hari: muka benalu. Muka yang katanya selalu bikin rumah ini panas.

Aku jongkok mengambil buku harianku di laci bawah kasur yang letaknya tersembunyi. Di sana, buku harianku. Sampulnya sudah lecek. Aku tidak pernah nulis "Dear Diary". Aku cuma nulis tanggal. Lalu kalimat-kalimat yang tidak boleh keluar dari mulut dan terkadang hanya mencoret² sampai penuh dan robek.

Hari ini aku berdebat dengan ibu dan ibu bilang Ayah aku harusnya mati. Ibu ketawa kebapa aku tidak mati pas kecil dan tidak rela kenapa dia mau mengobati aku dulu.

Lihat selengkapnya