Lana pulang tiap Minggu jam 10.00 - jam 17.00, tidak menginap. Minggu pertama pulang, Lana membawa buah, membawa beras, membawa lauk.
Ibu masak di dapur dan Ayah menonton TV pelan. Suasana di rumah hening, tanpa ada makian atau teriakan.
Jam 16.00 Lana pamit. "Lana balik ke kos, ya Bu."
Ibu diam. "Tidak menginap?"
"Enggak, Bu. Besok Lana kerja."
Di bus waktu perjalanan balik ke kos, Lana menangis. Tapi Lana merasa lega, karena suasana di rumahnya sudah berbeda. Karena untuk pertama kali, dia pulang dengan kemauan sendiri dan bukan karena dipaksa.
Bulan ke-3. Ayah mulai bertanya: "Gaji cukup?"
Lana: "Cukup, Yah. Makasih sudah nanya."
Itu kalimat paling normal dalam 10 tahun.
Cerita "Pohon Apel" Lana sudah 100 pembaca.
DM masuk beberapa dan kalimat yang paling Lana ingat:
_Kak, aku mau bunuh diri karena putus asa. Tapi baca tulisan kakak, aku urungkan. Masa aku kalah sama pohon apel, kan kak. Pohon apel bisa bangkit cuma mengandalkan akar. Makasih ya, kak._
Lana menangis 2 jam. Screenshot komentar tersebut dan kirim ke Kak Risa.
Kak Risa bilang: "Aku bangga sama kamu, Lana. Lihat, Na? Lukamu dan tulisanmu bisa jadi obat orang."
Semuanya berjalan dengan sangat baik. Di kantor, Lana dipromosikan jadi kepala admin. Gaji naik menjadi Rp6.800.000,00.
Pertama kali Lana mentraktir Kak Risa makan seblak. "Makasih sudah nolongin aku, Kak."
Bulan ke-6. Jam 01.00 malam HP Lana berisik karena banyak notifikasi masuk. Ternyata dari Ibu: "Na... Ayah masuk RS. Lambung. Tidak mau makan dari 3 hari."
Lana panik. Lana segera izin mau langsung OTW. Tapi dilarang Ibu. "Tidak usah ke sini, Lana. Kalau mau ke sini habis kerja saja. Ayahmu aman kok, kan ada Ibu yang jagain."
Lana menelepon adiknya Kak Risa yang kerja di RS, dan Lana menitip uang untuk Ibunya Rp1.000.000,00. Lana takut nanti Ibunya tidak bisa ke ATM dan tidak bisa makan.
"Bu, aku tidak bisa ke sana malam ini tapi aku sudah kirim uang untuk Ibu. Tadi aku titip ke dokter, ya."
Ibu diam.
Setelah beberapa menit Ibu menjawab: "Iya... makasih, Na."
Besoknya Lana libur karena hari Minggu. Lana datang jam 10.00 - 15.00 saja. Bawakan bubur dan duduk sebentar. Lana memeluk Ayah. "Cepat sembuh, Yah." Lana pulang jam 15.00.
Setelah 2 minggu Ayah sembuh dan Ayah mengirim chat ke Lana: "Makasih sudah datang. Maaf merepotkan."
Lana menangis di kos membaca pesan Ayah.
---
Hari Sabtu tepat jam 07.00 terdengar ketukan pintu.
Lana membuka pintu. "Ini Ibu. Ibu datang bawa tas besar."
"Bu? Kok ke sini?"
"Ibu kangen. Boleh masuk?"
Ibu melihat kos 3x3 meter. "Kamu hebat, ya, bisa tinggal di sini. Kamarnya kecil dan pengap."
Ibu duduk di kasur, melihat sekeliling, dan diam lama. Lalu membuka tas tersebut dan mengeluarkan baju Lana dulu yang masih belum sempat Lana bawa. "Ibu nyuciin baju Lana. Wangi sekali, Ibu," Lana tersenyum.
Siangnya mereka masak bareng di dapur umum kos. Ibu mengajari Lana membuat banyak masakan. Sambil memotong, Ibu bilang pelan, "Dulu Ibu mukul kamu karena Ibu tidak tahu cara lain. Maaf, ya. Ibu merasa tertekan dan tidak tahu harus apa. Ibu hanya tahu dengan memukul kamu maka Ibu akan lega."
Lana diam lalu memegang tangan Ibu. "Lana sudah memaafkan, Bu. Dari lama."
Malam harinya Ibu menginap di sana.
Mereka makan bareng dan seperti keluarga bahagia. Ibu menginap di kos Lana karena Ayah sedang pergi ke luar kota.
Jam 17.00 pada hari Minggu Ibu pulang. Peluk. "Minggu depan Ibu ke sini lagi, ya?"
---
1 tahun di kos.
Hari ini Lana umur 26 tahun. Pagi-pagi ada paket dari Ayah Ibu.
Isinya: kue tart kecil. Tulisan: "Selamat Ulang Tahun Anak Kami. Maaf dulu sering menyakiti."
Siangnya Kak Risa + teman kantor membuat kejutan di kos.
Malamnya Lana video call dengan Ayah Ibu. Tiup lilin bareng lewat layar.
Di akhir tahun, Lana pindah kos. Lebih besar. 4x4. Ada jendela.
Sewa Rp700.000,00 dan Lana bayar 6 bulan langsung. Lana pun bersiap-siap pindah dan membereskan kamarnya.
Lana melihat kamarnya dan berkata pelan: "Terima kasih, ya," bisiknya. "Sudah mengantar aku sampai sini."
Ini malam terakhir aku di sini. Lana menulis di buku harian:
_Hari ini aku 26. Aku punya kerja. Punya rumah. Dan punya batas serta kebahagiaan._
_Aku masih sayang Ayah Ibu. Tapi aku juga sayang Lana._
_Rantai sudah putus. Sekarang giliran merawat luka dan semua pecahan yang ada._
Lana pun tidur dengan kipas angin yang berbunyi _ngiing... ngiing_. Tapi kali ini Lana tidur sambil tersenyum.
-----
365 hari Lana bangun pakai alarm sendiri. Makan pakai uang sendiri. Dan bisa menangis tanpa ada yang mendengar. Akhirnya Lana bisa membuktikan kalau Lana itu bukan beban atau pun benalu.
Hari ini hari Kamis. Besok Lana libur 3 hari: Jumat, Sabtu, dan Senin.
Di meja kos ada apel 2 buah oleh-oleh dari Kak Risa. Lana memegang apel itu dan Lana ingat Kak Risa. "Sudah setahun, ya... kita kenal dan Kakak selalu baik sama Lana," bisiknya. Lalu Lana memakan apel tersebut.
Lana membeli koper kecil yang isinya baju, obat, buah, dan vitamin. "Untuk Ayah Ibu," tulisnya di kertas.
*Ceklek.*
Lana membuka pintu rumahnya dan Lana bisa mencium bau kecap dan rokok langsung menyerang hidungnya. Lantai pun berserakan dan penuh beling. Lana sudah bisa menebak kalau Ibu dan Ayah habis bertengkar.
"Bu? Yah? Lana pulang."
Ibu keluar dari dapur dengan rambut diikat asal. Ibu kelihatan lebih kurus.
Melihat Lana 3 detik. Lalu bertanya: "Itu apa?" kata Ibu sambil menunjuk koper kecil Lana.
Lana menjawab dengan ragu. "Ini obat dan vitamin untuk Ayah dan Ibu."