Ipah

Tika Sofyan
Chapter #22

Berbagi dan Kabar Buruk Lain

Sejak Rami ada di rumah ini, udara di kamar tidur Ipah serasa mendadak berkurang. Seperti kamar di rumah yang lama. Ipah merasa napasnya berat, padahal ia tidak sedang sakit.

Sejujurnya Ipah sudah menyiapkan argumen dan penolakan untuk tidak menyerahkan tempat tidurnya saat melihat Mbok Sum menyiapkan kasur busa di lantai kamarnya. Ia yakin sekali Rami akan seenaknya mengambil tempat tidurnya dan menyuruhnya tidur di kasur busa tipis di lantai. Ini tempat tidur gua, disiapin khusus buat gua sebelum lo dateng. Ipah sudah siap perang.

Tapi ketika Rami masuk kamar, dan Ipah sudah duduk bersila di atas tempat tidurnya, Rami langsung merebahkan diri di kasur busa di lantai. Tidur memunggungi Ipah tanpa berkata apa-apa, dan memejamkan matanya. Tak lama, Ipah mendengar suara napas kakaknya keluar masuk dengan teratur.

Tak sepatah kata pun diucapkan Rami pada Ipah sejak ia datang hari ini. Begitu juga Ipah. Rasa penasaran kenapa Rami tiba-tiba mau cari kerja di kota kecil ditahannya kuat-kuat.

Meski tidak saling bicara, sikap Rami yang seolah tunduk pada Budhe dan tidak membuat keributan dengan Ipah membuat Ipah bertambah curiga. Rami tampaknya sudah mempersiapkan rencananya dengan matang. Mengambil hati Pakdhe dan Budhe, dengan bersikap menurut dan sopan di sini. Setelah dapat tempat di hati mereka, Rami baru akan beraksi. Sekarang sudah dapat pekerjaan di kios, nanti minta pekerjaan di kantor besar dengan bantuan Pakdhe atau Budhe. Tinggal di sini sementara hanya alat untuk Rami bisa mencapai apa yang jadi tujuannya. Mungkin pekerjaan, mungkin yang lain. Atau sekadar mengganggu hidupku yang enak di sini, Ipah menyimpulkan.

Ipah menatap tubuh kakaknya yang masih memunggunginya. Rami lebih kurus dari yang ia ingat. Berat tubuhnya memang tidak pernah berlebih, tapi sekarang lebih kurus dari terakhir Ipah melihat Rami. Rambutnya sepertinya agak berbeda. Ipah tak yakin di mana bedanya. Mungkin dipotong sedikit. Mungkinkah sifat Rami memang sudah berubah seperti berat badan dan rambutnya? Ipah tergoda untuk berpikir ke sana. Tapi sesuatu yang kuat dalam dirinya melawan. Tidak mungkin. Jangan tertipu.

Lihat selengkapnya