IPAR TO IPAR

Matryoshka86
Chapter #2

Bab 2

"Bukan siapa-siapa maksud lo, gue ini sama gebetan gue, adik pengantin prianya!" hardik Desi, tidak mau kalah.Ia melemparkan tawa mengejek, namun mukanya kelihatan akan menonjok gadis. Napas Desi terlihat lebih cepat dan wajahnya merah bukan karena kebanyakan blush on, tapi karena emosi yang makin meningkat.


Gadis tidak gentar dan tidak mau kalah. Dia tidak mau kalah lagi kali ini oleh wanita bernama Desi. Dia menjawab, "Lu masih sama kayak dulu, ya, suka ngomong seenaknya!" Tawa Desi seketika berhenti. "Maksud lo apaan, Gadis?"


"Tuh, mau pakai baju semahal apapun juga nggak bakal nutupin attitude lu yang rendahan!"


Wajah Desi langsung merah padam, antara malu dan marah. Tangannya kelihatan terkepal. 


"Eh, lu jaga ngomong lo, ya!" tegur Desi, suaranya terdengar murka. "Jangan asal nyablak, lu ngomong! Lu pikir lu siapa?"


"Kenapa lu tersinggung? Udah puas lo ngebully gue dari SMA?" Gadis langsung menyambar. "Lu ke sini kan, caper kan, Des?" Gadis tetap menjawab dengan nada nyolot.


Suasana di sekitar meja langsung terasa canggung. Beberapa tamu dan kerabat yang berada di sekitar mereka menoleh dan saling berbisik satu sama lain. Mereka kelihatannya sangat penasaran dengan apa yang terjadi antara Gadis dan Desi. Seakan-akan kalau ini film aksi, sudah terjadi baku hantam dan penonton bisa memasang taruhan, memenangkan salah satu kandidat yang akan bonyok di akhir laga.



Melihat hal itu, Dara segera maju di tengah-tengah mereka lalu memegang lengan Gadis dengan erat.


"Udahlah, Kak, jangan ribut di sini. Ini acaranya Kak Tantri. Malu, Kak, dilihatin orang. Berisik," bisik Dara pelan.


Jaka berbicara dengan bingung, "Ini kalian kenapa sih? Kalian nggak ada yang bisa jelasin ke gue, ya? Kalian saling kenal? Ada apa ini? Kalian kelihatan emosi begini?"


Wajah Jaka menunjukkan bahwa dia sangat heran dan bertanya-tanya apa yang dia lewatkan karena tak ada satu pun yang menjelaskan apa yang terjadi saat ini.


 "Kayaknya kalian saling kenal, ya?" Ia melihat ke arah Desi di sampingnya, lalu ke arah Gadis di depannya secara bergantian.


 "Kalian punya masalah apa dari dulu? Dari tadi bahasa kalian nggak enak banget. Jelasin sama gue, kalian ada masalah apa?"


"Diam dulu, bisa gak," kata Gadis pada Jaka sambil menatapnya dengan tatapan algojo.


"Diam dulu, Jaka!. Gue mau ngomong sama orang rewel ini," ujar Desi dengan nada tinggi.


Lihat selengkapnya