IPAR TO IPAR

Matryoshka86
Chapter #4

Bab 4

Jaka berpikir bahwa setelah sesi foto keluarga tadi, gadis akan selesai dengan kecerewetannya. Ternyata Jaka salah, Gadis sama sekali tidak berniat menutup mulutnya malam itu. Rupanya, dia adalah tipe orang yang kalau sudah kesal akan terus cerewet dan ngomel-ngomel sampai dia merasa puas.


"Udah, nggak usah pura-pura sok baik sama gue. Pasti lu juga nggak suka, kan, ada gue?" kata gadis itu dengan tajam saat mereka berpapasan di dekat meja prasmanan. Tadi, ia sengaja menyenggol bahu Jaka tanpa rasa bersalah.


Kepala Jaka hampir meledak karena terus-menerus mendengar kecerewetan gadis yang menyindir sejak tadi, Lama-lama Jaka makin kesal. Dalam benak Jaka, gadis ini benar-benar bukan cuma sepupu pengantin yang ribet, tapi juga orang paling menyebalkan yang perlu diberi pelajaran agar jera.


Kesempatan itu datang saat gadis berbalik dengan segelas minuman berwarna merah di tangannya. Jaka melihat itu sebagai peluang untuk sedikit menjahili Gadis. Ia sengaja mengulurkan ujung sepatunya ke jalur Gadis, ingin membuat Gadis sedikit oleng agar cewek itu berhenti ngomel. Tapi Jaka sama sekali tidak memikirkan reaksi berlebihan seorang gadis saat tiba-tiba kaget.


Begitu ujung sepatu Jaka mengenai kaki Gadis, tubuh Gadis seketika terdorong ke depan. Ia panik dan tentu tidak mau jatuh di tengah keramaian acara. Gadis kemudian mengayunkan kedua tangannya ke segala arah untuk mencari pegangan, namun tetap gagal. 


Prang! Gelas kaca itu jatuh dari tangannya.


Tapi itu bukan yang membuat keadaan makin parah. Gerakan refleks gadis yang mengibas ke segala arah malah membuat isi minuman berwarna merah itu mengenai gaunnya sendiri. Cairan merah membasahi sebagian besar gaun yang ia pakai malam ini. 


Suasana di sekitar meja tiba-tiba menjadi hening. Gadis diam. Ia menunduk melihat noda merah besar di gaunnya. Lalu ia sadar bahwa Jaka yang melakukan hal itu. Ia menatap Jaka dengan tatapan tidak percaya, menahan amarah.


Jaka yang awalnya ingin mengejek malah terdiam, mulutnya setengah terbuka. Ia tidak menyangka keisengannya berakibat buruk pada gaun gadis.


Jaka belum sempat berkata apa-apa. Gadis sudah lebih dulu menarik tangan Jaka dengan kasar, menjauhi kerumunan tamu ke sudut belakang gedung yang sepi.


Setiba di tempat itu, gadis mendekatkan wajahnya ke Jaka dengan sangat emosi. "Puas lu sekarang?" Gadis berteriak kesal. Suaranya menggema di sekitarnya. 

Lihat selengkapnya