IPAR TO IPAR

Matryoshka86
Chapter #7

Bab 7

Sabtu malam ini seharusnya menjadi waktu paling santai bagi Gadis. Biasanya, ia akan membeli banyak camilan dan tiduran di sofa empuk sambil menonton maraton drama Korea yang seru atau menguras air mata.


Namun, malam ini bukannya menikmati waktu santai, Gadis justru terjebak di dalam mobil Jaka yang berantakan, penuh campuran aroma kopi dan pewangi jeruk yang semakin membuatnya mual.


Jaka mengemudikan mobil dengan sangat ugal-ugalan ala pembalap F1, sehingga kepala gadis beberapa kali hampir terbentur pintu samping.


“Bisa nggak sih lo nyetirnya nggak usah kayak mau ikut sirkus tong setan?” teriak Gadis setengah berteriak. Ia segera menutup kepalanya dengan tudung hoodie untuk menyamarkan wajahnya, sementara tangannya memegang erat handle pintu mobil, seolah-olah ia akan terlempar sewaktu-waktu akibat gaya menyetir Jaka yang brutal.


Jaka yang sedang menyetir hanya melirik gadis sekilas, sementara tangannya mengetuk-ngetuk setir mengikuti alunan musik indie dari radio. Penampilannya malam ini benar-benar seperti detektif, dengan topi bisbol dan jaket jeans hitam yang kebesaran.


“Bawel banget sih, padahal tinggal jadi penumpang loh,” balas Jaka.


“Udah tinggal duduk aja, nggak perlu mikirin ke bengkel buat pasang pelat palsu kayak gini. Nggak ada modal bensin, protes mulu dari tadi. Kalau nggak mau tegang, turun mau? Jalan kaki atau naik ojek?”


“Rese lo!” ujar Gadis geram. Ia akhirnya menyerah dan memilih diam karena mobil milik Tantri, target mereka, baru saja berbelok keluar dari perumahannya.


“Nah, kan, tuh target kita udah jalan. Sekarang pasang sabuk pengaman, Ratu Ngomel, kita mulai operasi rahasia kita,” bisik Jaka, lalu mengubah persneling mobil dengan cepat.


Gadis sudah memasang sabuk pengaman sejak awal, jadi ia diam saja saat mendengar kata-kata Jaka. Terlebih, sejak tadi Jaka sudah mengemudikan mobil seperti orang yang kebelet BAB.


Suasana di mobil menjadi tegang saat mobil Jaka melaju mengejar, mobil Tantri. Ia menjaga jarak tiga kendaraan di belakang mobil Tantri.


Aksi pembuntutan ala FBI yang dibayangkan Jaka ternyata jauh dari rencana yang diharapkan. Baru sepuluh menit suasana tenang, tensi di mobil itu tiba-tiba meningkat akibat pertikaian di antara mereka.


“Ih, Jaka, hati-hati! Itu ada orang nyebrang!” teriak gadis.


“Jaka , pelan-pelan itu ada gerobak bakso nyelip!”


“Arghh…Jaka, itu lo liat ga sih ada jalan bolong!”


“Jaka, jangan terlalu dekat, nanti lo nabrak orang yang di depan,” protes gadis panik sambil menepuk lengan Jaka keras-keras saat mobil mengerem mendadak karena lampu merah.


Lihat selengkapnya