IPAR TO IPAR

Matryoshka86
Chapter #8

Bab 8

Jantung gadis serasa akan copot dari dadanya. Di seberang jalan, Tantri dan seorang pria asing semakin mendekat ke arah mereka. Tantri menoleh, tampak penasaran mobil siapa yang baru saja membunyikan klakson. Ia menyipitkan mata, lalu semakin mendekat ke mobil milik Jaka.


“Aduh, mampus kita!” Jaka panik. Tanpa berpikir panjang, ia segera menyambar pundak Gadis dan menarik tubuh wanita itu ke kursi belakang. Kemudian, Jaka mendorong Gadis untuk bersembunyi ke bawah hingga kepalanya membentur tempat duduk mobil.


“Aduh, kepala gue! Sakit banget,” maki gadis setengah berbisik sambil meringis kesakitan. Namun, tampaknya Jaka tidak mendengarnya. Ia pun ikut pindah ke belakang dan segera menundukkan badan, berusaha bersembunyi di balik setir mobil agar tidak terlihat dari luar.


Kondisi di dalam mobil berubah menjadi arena pergulatan yang mengerikan karena posisinya sangat kikuk dan sempit. Gadis kini berada sangat dekat dengan Jaka. Kepala mereka hampir menyentuh lantai mobil di kursi penumpang belakang.


Saat berpindah tadi, siku Gadis tidak sengaja menyodok perut Jaka hingga Jaka meringis kesakitan.


“Bisa nggak sih kalau mau narik orang ke belakang, nggak usah tiba-tiba? Ngomong dulu dong!” gerutu gadis perlahan. Napasnya memburu tepat di dekat leher Jaka. Tangannya mencengkeram bahu Jaka karena takut kepalanya terbentur mobil lagi.


“Makanya, jangan banyak protes!” bisik Jaka pelan di dekat telinga Gadis. Suaranya terdengar panik. “Kalau sampai Tantri lihat muka kita di sini, habis sudah! Gagal misi kita.”


Tantri semakin mendekat. Jantung gadis berdebar kencang hingga ia menahan napas. Ia berharap Tantri tidak mengintip melalui kaca mobil.


“Lu yakin kita nggak kelihatan dari luar?” bisik Gadis ketakutan. Matanya terpejam rapat.


“Kaca mobil ini gelap, tapi kalau lu terus-terusan ngedumel sambil ngomel begini, yang ada kita kelihatan! Lagi kayak… ah, sudahlah,” jawab Jaka, menahan napas karena panik.


Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang sangat mencekam. Suara langkah kaki dua orang akhirnya berhenti tepat di sebelah pintu kemudi. Gadis menutup mata dengan kuat, berharap Tantri tidak menyadari keberadaan mereka. Jaka sempat berbisik bahwa ia sudah memakai pelat palsu.


Lihat selengkapnya