IPAR TO IPAR

Matryoshka86
Chapter #9

Bab 9

Gadis terdiam di kursi penumpang dengan mata yang seakan tidak percaya. Sementara itu, Jaka kembali ke kursi pengemudi sambil terus memastikan bahwa memang benar mobil Tantri kini tidak ada di posisi parkir tadi. Target mereka hilang.


​


"Ke mana mereka pergi?" ujar Gadis perlahan. Kepalanya berputar ke segala arah, mencari apakah mungkin mereka pindah parkiran. Namun, kelihatannya memang benar-benar tidak ada. "Baru saja nggak diawasin beberapa menit, gara-gara urusan satpam aneh tadi, malah hilang gitu aja," gumam Gadis.




Jaka menghembuskan napas panjang. Ia memukul setir mobil pelan. Wajahnya tampak kesal, meski dalam hatinya ia juga mengakui bahwa kecerobohan mereka berdua memang parah.


​


"Gagal total kalau gini caranya. Kita bakal stuck kayak gini mulu kalau kita nggak ambil tindakan yang jelas," ujar Gadis.


"Iya, lo sabar dong. Kita kan berproses, Dis. Nggak bisa semua keinginan kita tercapai kalau hanya sekali usaha," kata Jaka sambil menatap Gadis.


Tumben dia wise, ujar Gadis dalam hati.


"Tumben lo ngomong gini, biasanya lo udah nyari kata-kata buat nyerang gue," ujar Gadis.


Jaka tertawa kecil. "Maksud lo apaan sih? Lu kebanyakan negatif thinking. Makanya, lo jangan drakor mulu, dracin mulu, jadi halu kan," ujar Jaka.


"Apa hubungannya, Jaka yang terhormat? Hobi ya hobi, fakta ya fakta," jawab Gadis.


Jaka tidak mau menanggapi omelan gadis karena di pikirannya sudah menjalankan beberapa plan dan dia harus mendiskusikan itu dengan gadis dengan kepala dingin.


Jaka terdiam sebentar. Ia menyalakan mesin mobil, lalu memutar balik perlahan meninggalkan area parkir. Setelah mereka termenung selama beberapa menit, Jaka melirik ke arah Gadis. "Mau nggak mau, besok kita harus ulangi lagi aksi ini. Kita harus ngintai mereka lagi," ujar Jaka dengan tegas. "Kali ini, kita harus mencari data yang lebih strategis dan memastikan nggak ada insiden seperti tadi terulang lagi."


Gadis tidak menjawab. Ia menatap Jaka dengan malas.


"Lo mau nyelesaikan misi ini nggak? Lu mau bantu Bude lu kan, katanya? Makanya gue butuh kerja sama lo. Kita harus susun rencana. Makanya lo nurut sama gue. Besok kita coba lagi. Deal?" ujar Jaka.




Gadis kali ini mengangguk perlahan, tanda setuju. "Fine, besok kita coba lagi," ujarnya.


​

Lihat selengkapnya