IPAR TO IPAR

Matryoshka86
Chapter #14

Bab 14

Gadis melirik Jaka lewat sudut matanya. Pria itu masih fokus menyetir menembus kemacetan. Langit petang berubah jadi jingga keunguan. Di dashboard, ponsel Jaka menunjukkan titik biru kecil yang berkedip. Sinyal lokasi yang sudah disetel Jaka di ponsel Bimo menunjukkan lokasi Bimo di toko miliknya.


"Kenapa lirik-lirik mulu, ajak ngomong kek," ujar Jaka, memecah kesunyian.


Gadis tersentak. "Yaelah, geer aja, gue nih kekenyangan," balas Gadis sambil meleletkan lidah.


"Alasan aja...," ujar Jaka sambil menggelengkan kepala tidak percaya.


Suasana antara mereka sedikit berbeda bagi gadis, terlebih insiden di kantor gadis tadi, di mana Jaka membela gadis dan memarahi Bayu. Entah kenapa, hal itu membuat gadis itu berdebar dan menjadi salah tingkah karena Jaka mengaku sebagai pacarnya di depan Bayu.


"Maksud dia apaan sih, bikin kikuk aja," gumam Gadis pelan. Ia mengalihkan pandangan keluar jendela agar tidak memandang Jaka.


"Sudah sampai nih," bisik Jaka perlahan.


Jaka mematikan lampu utama mobilnya lalu memarkirkan kendaraan dengan pelan di seberang jalan, tepat di samping pepohonan rindang yang sedikit menutupi pandangan orang lain. Toko Bimo berlantai dua tampak terang benderang padahal waktu sudah menunjukkan pukul sembilan lewat.


Gadis mencondongkan tubuhnya ke depan dan menempelkan wajahnya ke kaca jendela mobil untuk memantau situasi.


 "Itu tokonya, Jak? Kelihatannya udah sepi ya? Kayaknya pegawai yang lain udah pada pulang?" Gadis menoleh ke Jaka.


"Kata Bimo, jam sembilan memang sudah tutup. Biasanya pada hitungan kasir pas jam tutup, kan? Bimo emang suka pulang telat. Setahu gue, dia masih mantau sampai tutup. Dia pekerja keras," sahut Jaka sambil menyipitkan mata. Ia kelihatannya sangat mempercayai kakaknya.


"Tapi kita nggak pernah tahu kan kalau dia aneh-aneh?" Gadis menatap toko Bimo dengan tajam.


"Jangan samain kakak gue sama sepupu lo yang tukang selingkuh itu!" seru Jaka tiba-tiba. Ia terlihat kesal dan memukul setir.


Gadis terhenyak. Dia tidak menyangka reaksi Jaka akan seperti ini. Padahal sebelumnya dia sudah merasa Jaka adalah pria yang berbeda, lembut, dan sabar. Ternyata penilaiannya kali ini berubah.


"Eh, santai dong. Gue kan nggak nuduh, kenapa lo jadi sensi gini?" Gadis membalas dengan kencang. Hilang sudah rasa malu-malunya ke Jaka.

Lihat selengkapnya