IPAR TO IPAR

Matryoshka86
Chapter #21

Bab 21



Sudah genap empat puluh delapan jam, atau dua hari, tidak ada suara serak Jaka. Tidak ada video call di antara mereka.




Bagi Gadis, dua hari terakhir ini terasa jauh lebih melelahkan daripada harus menyelesaikan tumpukan laporan kerja.




Awalnya, ia mencoba menikmati keheningan itu dengan alasan sederhana. Ia pikir, lebih baik, jadi ia tidak perlu mendengar suara cowok tengil itu. Tapi ternyata malah sebaliknya. Kebiasaan buruk, atau mungkin kehadiran Jaka yang perlahan masuk ke rutinitasnya, membuat Gadis merasa ada yang hilang. Ia terus memeriksa ponselnya, berharap ada notifikasi chat atau panggilan. Tapi tidak ada.




Jaka benar-benar sangat sibuk. Ia sempat bilang bahwa restoran tempatnya bekerja akan kedatangan master chef internasional terkenal untuk kolaborasi selama satu minggu. Tidak heran Jaka sangat sibuk dan tidak menelepon.




Tapi, Gadis merasa dadanya sesak karena ia rindu, sementara egonya sebagai perempuan ikut campur.




Gengsi, itu kuncinya. Tidak mungkin Gadis, yang selalu menolak kalah sama Jaka, tiba-tiba mengirim pesan lebih dulu dengan alasan kangen. Ia bisa saja jadi bahan ledekan Jaka terus-menerus.




Pada hari ketiga, Gadis tidak sanggup lagi. Ia bilang ingin mencari udara segar dan sekalian membeli alat tulis, tapi tanpa sadar ia malah berjalan ke kawasan restoran tempat Jaka bekerja. Tidak lupa ia membawakan kue sus favorit Jaka.




Gue cuma mau lewat sebentar. Gue mau nganterin kue sisa, bukan karena kangen, pikir Gadis sambil membela diri di depan cermin toilet sebelum ia berangkat.




Restoran itu terlihat ramai. Di depan, ada papan pengumuman besar bertuliskan PRIVATE EVENT & MASTER CHEF COLLABORATION. Para pelayan berjas rapi mondar-mandir sambil membawa nampan. Suasananya sangat tegang.




Gadis masuk masih mengenakan kemeja kerja formal dan tas dijinjing. Karena penampilannya rapi, resepsionis mengira dia adalah tamu undangan atau klien penting. Ia pun dibiarkan masuk ke restoran tanpa banyak pertanyaan.




Gadis itu berjalan perlahan sambil mengintip mencari jalan ke dapur atau ruang istirahat karyawan.




Tapi ketika ia melewati sebuah pintu, suara tawa yang sangat ia kenal membuatnya berhenti.




Itu suara Jaka.




Gadis segera berhenti berjalan dan bersembunyi di balik hiasan patung Cleopatra yang ada di pinggir. Dari tempatnya, ia melihat Jaka berdiri di dekat meja. Jaka memakai seragam koki yang bersih, dengan lengan yang digulung sampai siku. Di sebelah Jaka ada seorang wanita cantik.

Lihat selengkapnya