IPAR TO IPAR

Matryoshka86
Chapter #22

Bab 22

Setelah seminggu tenggelam di dapur restoran, Jaka akhirnya punya waktu luang. Ia duduk di mobil, membuka WhatsApp, dan mulai mengetik:




"Gad, lo sibuk banget ya? Gue tiba-tiba pengen ngobrol sama lo. Hari ini capek banget, tapi akhirnya selesai juga event-nya. Lo apa kabar?"




Pesan terkirim, centang dua abu-abu. Jaka menunggu beberapa jam, tidak ada balasan. Jaka masih berpikir mungkin Gadis memang belum sempat atau lagi sibuk, jadi ia coba lagi WhatsApp membahas hal lain.




"Eh, lo sempat lihat berita heboh chef luar negeri kemarin nggak? Gue sampe stress di dapur. Lo pasti ngakak kalau lihat muka gue pas chef-nya marah-marah."




Pesan kedua itu pun tetap tak kunjung dibalas. Jaka berusaha positif.




Ia mengetik lagi:




"Gadis, lo kenapa? Ada masalah apa?"




Masih tidak ada respons. Jaka menghela napas, lalu mencoba menelepon. Nada sambung berulang, tapi tidak diangkat. Ia mencoba menelepon lagi, dan lagi, setiap kali hanya terdengar nada sambung tanpa jawaban. Berkali-kali ia cek layar ponselnya, berharap ada nama Gadis muncul. Semua usahanya nihil.




Ia mencoba WhatsApp sekali lagi:




"Gad, ini gue. Beneran, lo kenapa sih, bilang. Gue tunggu kabar, lo."




Tidak ada respons. Jaka menunggu sambil menatap layar ponsel. Beberapa jam berlalu, tetap sunyi. Ia akhirnya kembali mengetik:




"Gad, lo beneran sibuk ya? Biasanya nggak pernah kayak gini."




Masih tak ada balasan. Jaka mencoba lagi.




"Gue habis makan di warteg, inget lo suka protes sambelnya pedes banget. Nanti kalau lo sempat, kabarin ya."




Lama sekali kemudian, notifikasi akhirnya muncul. Balasan dari Gadis:




"Ya."




Jaka memandangi layar, menghela napas. Ia membalas lagi:




"Ya doang, Dis? Ada apa sih?"




Balasan berikutnya, tetap singkat:




"Ok."




Jaka menatap ponsel, geleng-geleng kepala. "Kenapa sih, Gad..." gumamnya sendiri.




Belum sempat ia mengetik ulang, suara ibunya terdengar dari seberang meja makan.






Lihat selengkapnya