IPAR TO IPAR

Matryoshka86
Chapter #25

Bab 25

Obrolan singkat bersama Desi membuat Jaka sepenuhnya sadar. Tidak ada gunanya terus merasa bingung, diam saja, atau menunggu Gadis berubah pikiran tanpa melakukan apa-apa. Desi benar; kalau seorang pria melakukan kesalahan atau membiarkan kesalahpahaman, dia harus berani bertindak untuk memperbaikinya.


Jaka melepas apron putihnya dengan mantap, mengambil kunci mobil, lalu cepat-cepat keluar dari area restoran. Di kepalanya, ia sudah menyiapkan apa yang akan ia katakan pada Gadis saat tiba di rumah wanita itu. Ia akan bicara terus terang bahwa wanita di restoran beberapa hari lalu cuma rekan kerja yang sedang bercanda, dan ia ingin Gadis tahu bahwa ia mulai menyukai Gadis. 


Jaka mengemudi dengan pikiran yang sangat penuh. Jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. Ia merasa gugup sekaligus sangat rindu pada sang "Ratu Ngomel".


Namun, ternyata jalan hidup membawa kejadian yang jauh lebih mendebarkan.


Sebelum mobil Jaka melewati lampu merah di persimpangan perumahan Gadis, ponsel di dashboard tiba-tiba berdering keras. Di layarnya muncul panggilan masuk yang langsung membuat Jaka mengernyit, tulisannya Mama.


Jaka segera menekan tombol speaker dan mengangkat telepon itu.


"Halo, Ma? Ada apa, Ma? Jaka masih di jalan…."


"Jaka! Sekarang kamu ada di mana?!" Suara ibunya mengencang di telepon. Napasnya terdengar berat dan gemetar, penuh kepanikan. "Kamu harus segera ke rumah Bimo dan Tantri! Ini darurat, Nak!"


Jaka tiba-tiba menginjak rem mobilnya cukup dalam. Mobil di belakangnya segera membunyikan klakson. "Hah? Rumah Bimo dan Tantri? Kenapa, Ma? Jangan bikin Jaka takut, lah!."


"Tadi mbak nunik, yang bantu-bantu di rumah mereka, menelepon Mama. Dia menangis karena ketakutan!" kata Ibu dengan suara panik yang makin keras. "Katanya, Bimo dan Tantri sedang bertengkar parah di sana. Mereka saling berteriak dan melempar barang. Rumahnya sekarang berantakan kayak kapal pecah. Mbak Nunik sampai sembunyi di kamar mandi karena takut kena amukan."


Darah Jaka berdesir. Ia memang sudah tahu rumah tangga abangnya selama ini sering terjadi pertengkaran karena belum memiliki momongan. Terlebih dia sudah punya bukti kalau keduanya berselingkuh satu sama lain , tapi mendengar kabar mereka mengamuk sampai membuat pembantu sangat ketakutan benar-benar di luar dugaannya. Keadaannya sudah darurat.


"Ya Allah, oke ma, Mama tenang dulu. Jaka lagi di jalan, langsung ke sana sekarang," kata Jaka cepat. Dia langsung mengutamakan urusan darurat keluarga ini daripada rencananya menemui Gadis.


Lihat selengkapnya