IPAR TO IPAR

Matryoshka86
Chapter #27

Bab 27

Jaka melangkah lalu berdiri di tengah ruangan yang berantakan. Di sampingnya, Gadis juga maju ke depan. Wajahnya terlihat kesal, matanya menatap sepupunya, Tantri dan Bimo, dengan jijik dan kecewa.


"Kalian berdua sudah selesai belum?" Jaka berbicara dengan suara yang menahan marah. "Masih kurang saling menyerang, saling menyalahkan, dan bertingkah seolah kalian korban paling suci di dunia?"


Bimo mengerutkan alisnya, merasa tersinggung. "Jaka, kenapa lo bicara begitu? Ini urusan keluarga gue, gue sama Tantri. Jangan ikut campur."


"Ikut campur?" Gadis menjawab ketus. Suaranya seperti silet, langsung memotong ucapan Bimo. "Kalau kami ga ikut campur, Mas Bimo dan Mbak Tantri mungkin sudah menyeret seluruh keluarga besar ke jurang kebangkrutan karena kebodohan kalian berdua!"


Tantri mendengus. Ia kaget dan tidak menyangka, gadis sepupunya yang sudah dianggap sebagai adik kandungnya bisa berkata seperti itu. "Gadis, jaga sikap. Kamu masih kecil. Jangan kurang ajar sama gue. Gue lebih tua."


"Masih kecil? Lebih tua?" Gadis tertawa pelan. Nada tawanya membuat telinga Tantri risih. "Masih pantas ya kalian dipanggil kakak setelah apa yang kalian lakukan? Kalian berdua memang tidak tahu malu!"


Bapak Tantri dan Bude, serta Ibu Bimo dan Jaka menatap Jaka dan Gadis dengan penasaran. "Jaka, Gadis... kenapa kalian berbicara seperti itu? Sebenarnya apa yang kalian rahasiakan?" Suara Bapak Tantri bergetar.


Jaka menarik napas panjang. Ia mengeluarkan map cokelat tebal dari saku jaketnya. Ia sudah menyiapkan map itu sejak lama. Ia berjalan ke meja di tengah ruangan. Ia melempar map itu ke depan Bimo dan Tantri.


"Buka map itu," kata Jaka dengan suara datar. "Kalian bisa lihat sendiri kebohongan busuk yang selama ini kalian sembunyikan dari keluarga."


Bimo menelan ludah, tangannya gemetar saat ia mengambil map itu, membuka talinya, lalu mengeluarkan tumpukan dokumen dari dalamnya. Tantri yang penasaran ikut mendekat.


Saat halaman pertama terbuka, rona merah di wajah Bimo dan Tantri langsung lenyap. Tubuh mereka membeku, terlihat sangat terkejut.


Di halaman pertama ada foto besar. Foto itu memperlihatkan Bimo memeluk seorang wanita erat di pantry toko, Bimo membukakan pintu mobil, dan Bimo dan wanita itu tertawa bersama. Ada juga foto yang menunjukkan Bimo mengantar sampai depan rumah dan mengelus pipi wanita itu.


Bimo membuka matanya lebar-lebar karena takut. Ia membalik halaman berikutnya dengan tangan gemetar.


Bimo masih sangat terkejut. Tantri, yang berdiri di sebelah suaminya, menjerit pelan lalu menutup mulut dengan kedua tangan saat melihat foto dan bukti yang menunjukkan perselingkuhan suaminya.

Lihat selengkapnya