IPAR TO IPAR

Matryoshka86
Chapter #29

Bab 29

Tantri dan Bimo meminta izin untuk ngobrol berdua di ruangan lain. Selama lebih dari tiga puluh menit, mereka terlibat dalam percakapan serius. Gadis itu menguatkan budenya; ia memeluknya erat, membiarkan budenya menangis pilu karena kegagalan pernikahan putrinya. Jaka pun menenangkan ibunya. Ia menggenggam tangan ibunya, memberikan kekuatan setelah kebusukan Bimo terbongkar dan tentu membuat ibunya hancur. 


Kemudian mereka berdua muncul dan melangkah ke keluarga mereka yang sedang menunggu dengan perasaan deg-degan. Tantri dan Bimo berdiri di hadapan keluarga mereka. Suara Tantri terdengar penuh keyakinan, meskipun matanya sembab. “Kami sudah sepakat. Kami akan bercerai,” ucapnya perlahan. Bimo mengangguk. “Kami sudah bicara baik-baik. Keputusan ini bukan karena emosi sesaat, tapi memang sudah tidak bisa diteruskan lagi.”


Bimo menunduk. “Tantri, aku menyesal atas semua yang sudah terjadi. Aku sadar sudah menyakitimu dan aku bertanggung jawab. Aku tidak minta dimaafkan sekarang, tapi aku ingin kamu tahu aku menyesal.”


Tantri menahan air mata. “Aku juga salah, Bim. Aku kecewa sama kamu, tapi aku juga kecewa sama diri sendiri. Aku minta maaf karena tidak jujur dan gagal menjaga kepercayaan kita.”


Bimo mengangguk. “Semoga kami bisa belajar dari semua ini.”


Tantri berkata lirih, “Aku juga berharap begitu. Aku ingin hidup tanpa kebohongan lagi.”


Setelah itu, Tantri memandang keluarga. “Mama, Papa, aku minta maaf sudah mengecewakan dan membuat malu. Aku benar-benar menyesal.”


Bude memeluk Tantri. “Kamu memang salah, Tantri, tapi kamu anak Mama. Yang penting kamu mau berubah.”


Bapak Tantri menepuk bahu Tantri. “Ayah kecewa, tapi ayah percaya kamu bisa belajar. Jangan ulangi lagi.”


Tantri menunduk ke arah Ibu Bimo. “Mama, aku minta maaf sudah mengkhianati kepercayaan Mama dan keluarga. Aku benar-benar menyesal.”


Ibu Bimo mengangguk pelan. “Mama maafkan kamu, Tantri. Yang penting, jangan ulangi dan tetap jujur.”


Bimo berdiri dan menatap semua yang hadir. “Aku juga minta maaf ke Mama, ke Bapak, dan ke Jaka. Bimo sudah mempermalukan keluarga ini. Aku bertanggung jawab atas semua kesalahan ini.”


Ibu Bimo menatap putranya. “Kamu tetap anak Mama. Mama maafkan, tapi jadilah lebih baik. Apapun keputusan ke depannya yang kalian ambil, semoga yang terbaik buat kalian berdua.”


Lihat selengkapnya