IPAR TO IPAR

Matryoshka86
Chapter #30

Bab 30



Sekejap, Gadis menahan napas. Ia merasakan semua orang di ruangan itu terkejut. Semua mata memandang Jaka, menunggu ia bicara lagi. Gadis masih mencoba menebak apa maksud Jaka dari ucapannya yang tak disangka itu.


Jaka menarik napas panjang dan diam sejenak. Lalu suara baritonnya terdengar lagi di malam yang sunyi.


“Melihat apa yang terjadi pada Mas Bimo dan Mbak Tantri malam ini…”. Ia memandang ke seluruh ruangan, lalu diam sebentar dan menatap ibunya. “…Aku belajar satu hal penting tentang hidup. Hidup ini singkat, jangan kita habiskan dengan ragu-ragu. Hidup terlalu mahal kalau kita sia-siakan dengan kebohongan. Hidup juga terlalu berharga kalau kita tidak berani jujur pada hati sendiri.”


Ibu Jaka mengerutkan kening dan menatap putra bungsunya dengan cemas. "Jaka, apa maksudmu? Jangan berbelit-belit. Kalau ada yang penting, bilang saja ke mama."


Jaka mengangguk pelan. Ia menarik napas lagi untuk menenangkan diri.


"Aku sudah yakin, Ma. Di depan semua keluarga di sini, aku ingin minta restu kalian," kata Jaka tegas. "Aku sadar ada hal besar dalam hidupku. Jaka jatuh cinta pada seorang wanita."


Deg!


Kalimat itu keluar begitu saja dan langsung sampai ke telinga semua orang di ruangan itu.


Bude dan Bapak Tantri saling menatap sebentar, terlihat kaget karena di malam perceraian anak mereka, Jaka tiba-tiba bicara soal cinta. Ibu Jaka langsung melotot, tak percaya. “Kamu… kamu ngomong apa, Jaka? Jatuh cinta? Keluarga kita lagi berantakan begini, kamu malah mikirin pacar baru?!”


Tapi di antara semua orang di ruangan itu, Gadis yang paling kaget dan paling sakit merasakannya.


Saat itu juga, darah Gadis seolah tiba-tiba berhenti mengalir. Kepalanya terasa berputar hebat. Kata-kata ‘jatuh cinta pada seorang wanita’ menggema keras di benaknya, berulang-ulang dan meruntuhkan sisa-sisa kewarasannya.


Wanita lain? Gadis merasa dadanya tiba-tiba sesak, seperti ditusuk banyak jarum yang tidak terlihat. Jadi selama berminggu-minggu kita bersama, menyelidiki kasus bersama, menghadapi teror keluarga, dia menyimpan perempuan lain di hatinya?!


Ingatan tentang kejadian di restoran beberapa waktu lalu, saat ia melihat Jaka tertawa akrab dan dekat dengan seorang wanita manis, kembali melintas cepat di kepala Gadis. Potongan teka-teki itu tiba-tiba tersusun di kepalanya. Ia menarik kesimpulan yang terasa sangat menyakitkan: Jaka memang pria playboy yang tidak pernah serius dan suka memberikan harapan kepada wanita-wanita, termasuk Gadis.


Rasa panas cepat terasa di sekitar mata Gadis. Air mata hampir keluar saat itu juga, tapi harga diri dan gengsinya menahannya.


Sebagai orang yang dikenal paling keras, paling galak, dan paling tidak mau terlihat lemah di depan orang lain, Gadis benar-benar menolak menangis di depan Jaka dan keluarganya. Rahangnya mengeras dan tangannya mengepal di sisi tubuhnya. Gadis membangun pertahanan setinggi mungkin. Ia mengangkat dagunya, wajahnya dingin, menatap Jaka dengan mata yang penuh kebencian dan kekecewaan.


Dasar laki-laki brengsek, pikir Gadis sambil menahan tangis yang hampir keluar dari tenggorokannya. Dia berani membicarakan wanita lain di depan gue!


Lihat selengkapnya