IPAR TO IPAR

Matryoshka86
Chapter #31

Bab 31

Tiba-tiba Jaka menarik tangan Gadis agar berjalan keluar dari rumah itu.


"E-eh?! Jaka! Lo mau bawa gue ke mana?!" Gadis terkejut dan panik. Tubuhnya terseret mengikuti langkah Jaka yang lebar.


“Jaka! Mau ke mana kamu bawa anak gadis orang malam-malam begini?!” Ibu Jaka kaget, berdiri dari kursinya dan melambaikan tangan.


Bude dan Bapak Tantri hanya bisa terdiam melihat aksi "penculikan" itu dengan mulut menganga. Jaka tidak berhenti. Ia hanya menoleh sebentar ke belakang dan memasang senyum lebarnya yang sangat percaya diri.


"Pinjam dulu sebentar ya, Bude. Mau dibawa kabur dulu biar nggak bisa protes," kata Jaka santai. Ia menarik tangan Gadis yang masih bingung keluar rumah, melewati halaman depan, lalu membukakan pintu mobilnya.


Sebelum Gadis sempat mengomel, Jaka cepat-cepat mendorong tubuh Gadis masuk ke mobil, lalu menutup pintunya rapat-rapat. Dalam beberapa detik, mesin mobil sudah menyala, dan mobil itu melaju keluar dari halaman rumah. Keluarga besar hanya bisa menggelengkan kepala melihat aksi nekat sang Head Chef.


Di dalam mobil, suasananya sangat tenang. Musik instrumental romantis dari radio mobil, dengan nada pelan, mengisi malam yang sunyi.


Gadis duduk diam dengan pikiran yang macet, belum bisa mencerna kejadian cepat yang baru saja terjadi. Ia berkedip-kedip, menatap lurus ke jalan malam, lalu menoleh ke arah Jaka yang terlihat tenang dan fokus mengemudi di sebelahnya.


Sepanjang perjalanan melewati jalan yang sepi, Jantung Gadis masih berdegup kencang. Pipi pun masih panas karena malu, canggung, dan tidak percaya pria di sampingnya baru saja menyatakan cinta di depan keluarga besar.


“Lo… lo ini kesambet ya, Jak?” Suara Gadis terdengar ragu. Ia menyilangkan tangan di dada. Ia berusaha terlihat galak. “Lo asal tarik orang tanpa bilang dulu! Bagaimana kalau tadi ada papaku? Terus bude dan pakde ngelapor, nanti kamu dicari sama papaku yang galak?!”


Jaka melirik ke Gadis sebentar, lalu tertawa. Suaranya terdengar sangat senang.


"Kalau papa lo marah , ngamuk, gue tinggal lari sambil nyulik lo," kata Jaka santai dengan senyum yang bikin kesal. "Soalnya, kalau nggak diculik sekarang, kapan lagi kita bisa berdua tanpa drama?"


Gadis menghela napas kesal, memalingkan wajah ke jendela mobil dan menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan senyum yang hampir muncul. Sialan, pikir Gadis. Sudah bikin gue kaget setengah mati, dia masih sempat menggoda.


Jaka melirik Gadis. Ia menurunkan kecepatan kendaraannya, mematikan radio, lalu membelokkan setir ke jalur menanjak yang dikelilingi pepohonan lebat.


Lihat selengkapnya