Raka berdiri mematung. Senyum tipis Bulan masih terukir di wajahnya, tetapi di balik senyum itu tersimpan banyak cerita yang belum sempat terucap.
"Apa kabar, Raka?" tanya Bulan dengan suara pelan.
"Baik... sudah lama sekali," jawab Raka sambil menurunkan gitarnya.
Keheningan kembali menyelimuti mereka. Malam terasa semakin tenang, sementara cahaya bulan menerangi jalan setapak yang pernah mereka lalui bersama ketika masih kecil.
Bulan memandang ke arah sawah yang terbentang luas. Tak banyak yang berubah di desa itu. Pohon-pohon masih berdiri kokoh, angin malam masih membawa kesejukan yang sama, dan suara jangkrik tetap menjadi irama yang mengiringi setiap malam.