Istri Duke adalah Putri Terkutuk

Aerina No 7
Chapter #3

Chapter 3 - Menyedihkan

“Your Highness. Apakah Anda mau, … membawanya ke istana sebagai seorang selir, atau juga hal yang lainnya?”



“Duke! Kau gila!? Kenapa aku mau membawa monster sepertinya pulang ke istanaku? Kalau putrimu yang kedua sih, … tidak apa-apa. Tetapi ini? Si monster? Kau ingin aku ketularan kutukan monsternya ya?”



“Ehei, Saya kan, … hanya sekadar bertanya saja.”



“Bertanya pun, harus berotak sedikitlah.”



Atas gurauan yang diujarkan oleh sang putra mahkota kerajaan Gupenhileum, Felaise Zevaron Gupenhileum, yang berambut putih keperakan, dan juga bermata biru kedalaman laut, … semua bangsawan laki-laki yang mengerubunginya di pesta dadakan sang Duke Yoargi itu pun, secara serentak pada tertawa dengan terbahak-bahak.


Hari ini, adalah hari di mana pesta sekaligus sayembara memungut Qilistaria … yang dianggap sebagai sebuah barang oleh ayahnya, resmi dimulai.



Qilistaria malang yang tidak tahu harus berbuat apa, dan tak tahu pula harus pergi ke mana, … hanya berdiri mematung di tepi aula, tempat berkumpulnya banyak bangsawan dan rakyat biasa, … yang mendelik tidak suka kepadanya, juga saling bisik-berbisik dalam obrolan yang membicarakannya.


Ini canggung, ini tidak nyaman. Tatapan tajam dari mereka yang seakan-akan telah menelanjanginya itu, terasa membunuhnya.


Tidak ada yang mau berbicara dengannya, atau pula mendekatinya, … barang sedikit saja. Apalagi, untuk tujuan membawanya keluar dari Duchy ini. Dikarenakan, jika ingin membawanya, maka tentu saja harus mendekatinya terlebih dahulu, bukan?



“Apa Anda sekalian tahu, Saya … hiks, Saya, mendapatkan waktu yang tidak mudah untuk hidup secara berdampingan bersama dengannya, … yang memiliki penampilan menyeramkan itu. Saya seperti sedang diteror oleh monster mengerikan! Saya kerap kali kedapatan bermimpi buruk, jika Saya melihatnya sebelum pergi tidur.”



“Ah, Princess Yoargi. Saya turut berdukacita.”



“Benar. Anda pasti betul-betul merasa kesusahan untuk tinggal bersama dengan monster sepertinya. Saya harap, monster itu akan segera pergi meninggalkan kediaman Anda ini, agar ia tak menularkan kutukan mengerikannya … kepada Anda yang begitu cantik jelita.”



Mereka berbicara, dengan suara yang sengaja dikeraskan, agar Qilistaria dapat mendengarnya.


Memang benar, Qilistaria mengakuinya. Bahwa adik perempuannya itu, memiliki penampilan yang jauh berbeda darinya, yang malah hampir sepenuhnya bertolak belakang dengan dirinya yang buruk rupa ini.



Mirabella La Yoargi, adalah namanya yang terdengar begitu anggun.


Kulit putih pucatnya yang sering kali terekspos karena memakai gaun tanpa lengan itu, … terlihat sangat halus nan mulus.


Tidak seperti kulitnya … yang memiliki warna putih pucat pun, malah tampak seperti mayat hidup.


Lihat selengkapnya