Istri Kecil Om Duda Ting Ting

Titah Kesumawardani
Chapter #1

Kembalinya Sang Duda dan Takdir yang Menanti

Seorang pria menuruni jet pribadinya dengan postur tegap. Wajahnya datar tanpa ekspresi, ditutupi sebagian oleh kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya. Kemeja putih yang rapi dan celana bahan hitam melekat sempurna pada tubuh atletisnya.

Dia adalah Charles Collins, pemilik perusahaan CC GROUP yang baru saja kembali ke Indonesia setelah menghabiskan 6 tahun di London.

"Selamat datang, Tuan," sapaan seorang pria yang telah menunggunya. Ia adalah Lucas Parker, asisten pribadi Charles yang telah bekerja dengannya sejak lama.

Charles hanya mengangguk sebatas balasan. Langkah kakinya terus melaju keluar dari area bandara saat ia bertanya, "Bagaimana kondisinya?"

Mengerti siapa yang dimaksud, Lucas mengangguk sebelum menjawab, "Menurut laporan Chandra, beliau dalam kondisi sehat dan baik-baik saja, Tuan." Ia sedikit menjeda, melihat reaksi sang bos yang tak menunjukkan emosi sama sekali. Pria yang dulu dikenal ceria dan hangat kini benar-benar berubah menjadi dingin semenjak peristiwa tragis 6 tahun yang lalu. Lucas hanya bisa menghembuskan napas perlahan.

"Apakah Tuan ingin langsung menjenguk beliau?" tawarkan Lucas.

Charles mengangkat tangan sebentar tanpa mengeluarkan suara. Lucas sudah mulai terbiasa dengan cara komunikasi bosnya yang seperti ini. Ia hanya mengangguk dan segera membuka pintu mobil agar Charles bisa masuk dengan mudah.

Dalam perjalanan menuju kediamannya, pandangan Charles terpaku pada pemandangan ibu kota yang kini ia pijaki kembali. Banyak hal yang tampak sama seperti dulu, tapi di dalam hatinya, ia berharap hidupnya bisa berubah dari kondisi yang terus terpuruk hingga saat ini.

Tiba-tiba kenangan masa lalu menghantui pikirannya. Ia dengan cepat menggelengkan kepala, seolah ingin menepis segala kesakitan yang masih mengganggunya.

Lucas yang tengah mengemudi melihat gerakan itu dari spion mobil. Ia merasa pria di belakangnya sedang dalam kondisi tidak nyaman.

"Maaf, Tuan. Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan hati-hati.

"Kediaman sudah direnovasi seperti yang saya perintahkan?" tanya Charles tanpa melihat ke arahnya.

"Sudah, Tuan. Semua sesuai dengan permintaan Anda," jawab Lucas.

Suasana kembali hening. Lucas tidak berani bertanya lebih jauh, namun dalam diamnya ia sangat merindukan sosok Charles yang dulu—pria yang selalu ceria dan suka berbagi cerita tanpa harus ditanya dulu. Semua berubah semenjak kejadian itu, membuat Charles tampak seperti orang yang tak tersentuh lagi.


~~~~


Di kota lain, seorang gadis baru saja merayakan kelulusannya dengan penuh sukacita—hanya untuk kemudian harus menelan pil pahit saat mendapat kabar bahwa ayahnya mengalami kecelakaan mobil saat dalam perjalanan meninjau kebun teh di desa sebelah. Ayahnya bekerja sebagai mandor di salah satu perkebunan teh terbesar di kota itu.

Gadis itu berlari melewati koridor rumah sakit, masih mengenakan baju seragam sekolah yang kini tampak kusut. Wajahnya sembab dan mata merah karena terus menangis tak berkesudahan.

"Papa....!" jeritnya saat melihat ayahnya dibawa keluar dari ruang perawatan darurat.

Seorang wanita renta berjalan pelan menghampirinya, lalu membuka pelukan hangat.

"Papamu akan menjalani operasi, Nak. Tenanglah ya, kita berdoa agar semuanya lancar," ucap wanita itu dengan suara lembut, sambil mengusap puncak kepala gadis itu perlahan.

Ia adalah Mrs. Collins, pemilik perkebunan teh tempat ayahnya bekerja. Gadis itu hanya bisa menurut, mengikuti langkah kaki wanita renta itu menuju ruang operasi untuk menunggu.

Setelah waktu yang terasa begitu panjang, seorang dokter keluar dengan wajah letih.

"Dokter, bagaimana keadaan Papa saya?" tanya gadis itu dengan suara gemetar, berjalan cepat mendekati dokter.

Dokter menghembuskan napas panjang, lalu melirik ke arah Mrs. Collins yang berdiri di belakang gadis itu. Setelah mendapat anggukan persetujuan, ia menatap gadis berseragam SMA di depannya.

Lihat selengkapnya