Niat hati ingin memberi kejutan kepada sang suami. Azalea tidak sengaja melihat Liam di mall bersama teman-temannya yang sangat ia kenali.
Langkahnya tergesa-gesa, takut ia akan kehilangan jejak suaminya. Beberapa kali, ia hampir bertabrakan dengan orang lain.
"Maaf, ya maaf. Saya nggak sengaja," ucap Azalea merasa bersalah.
Ia terus lanjut hingga masuk ke sebuah toko pakaian khusus wanita.
*Ngapain Liam ke sini?*
Pasalnya, Liam bersama teman-temannya berjalan ke arah di mana tempat pakaian dalam wanita berada. Lebih tepatnya lagi, suaminya mulai memilih lingerie dengan berbagai gaya, warna, dan ukuran.
*Dia suka banget aku pakai baju begituan. Padahal, yang sebelumnya aja masih banyak yang belum di pakai.*
Azalea sangat yakin kalau suaminya memilih lingerie itu untuk dirinya. Tanpa tahu, beberapa menit berikutnya harapannya akan segera dipatahkan.
"Liam, masa kontrak kalian sudah mau habis kan? Di perpanjang atau diakhiri?" tanya Bayu yang berdiri di sebelah Liam.
"Hm. Ini hari terakhir dan aku sudah menyiapkan surat cerai," suara Liam terdengar ringan dan santai, tangannya masih memilih mana model yang cocok.
*Cerai? Siapa yang cerai?*
"Yakin nih kamu bakalan menceraikan Lea? Dia itu istri idaman, Bro. Cantik, bersih, terawat, wangi, jago masak, dan yang pasti jago di ranjang," goda Bayu menyenggol bahu Liam.
Liam mengangguk, ekspresinya datar, terkesan pembicaraan itu tidak penting.
"Dia cuma istri pemuas nafsuku saja. Nggak lebih."