Istri Pelampias Nafsu

Sequoia Tom
Chapter #6

Keluarga Bernama Sahabat

  "Kenapa kamu diam aja, Lea? Kenapa nggak hubungi kita dan cerita. Setidaknya, kita bisa bantu. Minimal, bisa menemani kamu dan menghibur kamu," ujar Jelita sedih.

  "Kita bukan orang lain, Lea. Kita teman kamu, sahabat kamu. Suka duka kita lewati bersama. Kamu lupa janji persahabatan kita? Kamu lupa apa yang sudah kita lewati dulu? Cerita sama kita, Lea, jangan dipendam sendiri," ucap Mawar.

  Jelita mengangguk. "Benar, Lea. Jangan disimpan sendiri. Nanti kamu bisa sakit."

  Azalea tersentuh oleh kedua sahabatnya. Selain keluarganya, kedua sahabatnya ini adalah orang yang sangat peduli padanya.

  Ia hanya terlalu malu untuk berkata jujur.

  "Saat itu, aku belum berani buat cerita. Aku terlalu takut, malu, dan belum siap menerima reaksi kalian. Aku ... aku bingung."

  Jelita dan Mawar tidak lanjut berbicara. Keduanya lebih memilih memeluk Azalea, membiarkan Azalea menangis dan berhenti dengan sendirinya. Dan Azalea merasa nyaman saat diapit oleh kedua sahabatnya.

  Setelah tangisnya agak reda dan hatinya tidak lagi sesesak sebelumnya, Azalea menatap kedua sahabatnya bergantian, ia menoleh ke kanan dan ke kiri.

  Ia tersenyum tipis. "Aku tahu, kalian nggak akan menghakimi aku, nggak akan menertawakan aku, nggak akan ninggalin aku. Hanya saja, aku terlalu takut dengan banyaknya kemungkinan," jelas Azalea mulai mengungkapkan isi hatinya.

  "Selama ini, aku selalu bercerita dengan bangganya sama kalian tentang dia."

  Saat Azalea mulai membicarakan Liam, wajah laki-laki itu mulai terbayang olehnya. Napasnya mulai memburu.

  "Dia perlakukan aku dengan baik, dia penuhi semua kebutuhanku. Aku sangat mencintainya sampai aku nggak sadar, apa dia juga mencintaiku?"

  "Kalian selalu ngingatin aku agar nggak kecintaan sendirian. Tapi, aku nggak pernah dengarin kalian. Aku mewajarkan sikapnya selama ini. Aku pikir, dia hanya cuek dan nggak romantis, tapi dia selalu peduli denganku."

Lihat selengkapnya