Istri Pelampias Nafsu

Sequoia Tom
Chapter #7

Sebuah Pilihan

  Ia hanya istri pelampias nafsu, lalu hamil. Apa bedanya dia dengan perempuan yang menjajakan tubuhnya dan tidak sengaja hamil?

  "Kamu bakalan jadi seorang ibu!" Pekik Jelita semangat.

  "Kita bakalan punya keponakan!" Seru Mawar tak kalah hebohnya.

  Azalea mengangkat kepalanya. Ia melihat kedua sahabatnya yang terlihat bahagia dan saling berpelukan.

  Jelita dan Mawar kembali duduk dan mendapati wajah murung Azalea. Keduanya saling berpandangan. Bukankah Azalea sangat ingin hamil dan punya anak?

  "Kenapa, Lea?" Kompak keduanya.

  "Aku merasa hina. Aku seperti perempuan murahan yang tidak sengaja hamil saat sedang melayani seseorang. Aku ... aku sangat memalukan."

  "Aku merasa nggak pantas. Aku takut, saat dia lahir nanti, dia akan malu punya ibu sepertiku."

  "Dia lahir bukan karena cinta. Dia hadir karena sebuah ketidaksengajaan. Kehadirannya tidak pernah diharapkan. Dia pasti akan sangat kecewa."

  Keduanya paham. Azalea sedang merasa rendah diri karena hanya di anggap sebagai pelampias nafsu. Tapi, itu bukan salahnya.

  "Kamu sangat mencintai anakmu?" Tanya Mawar.

  Azalea mengangguk. "Aku sudah menantinya selama enam tahun. Bagaimana mungkin, aku tidak mencintainya."

  "Lalu, kenapa kamu merasa nggak pantas? Selama enam tahun, kamu berjuang agar dia bisa hadir dalam rahimmu. Kamu belajar bagaimana menjadi ibu yang baik. Dia pasti bangga punya ibu seperti kamu," tutut Mawar.

  "Bukan hanya bangga, tapi anak kamu pasti merasa beruntung punya ibu seperti kamu," timpal Jelita.

  Mawar menggenggam tangan Azalea. "Lea, kamu berbeda dengan perempuan yang merendahkan martabatnya. Kamu melakukannya dalam ikatan pernikahan, karena cinta, kamu tulus melakukannya, bukan karena hal lain."

  Jelita ikut menggenggam tangan Jelita. "Mawar benar. Kamu beda, Lea. Jangan samakan diri kamu dengan mereka. Kamu bersih dan selalu menjaga kesucian diri. Kamu nggak salah. Jangan menyalahkan diri lagi ya. Yang salah itu si bajingan brengsek itu!"

  Azalea merasa lega. Apa yang mengganggu hatinya sudah terselesaikan.

Lihat selengkapnya