Istriku Bocil Pemberontak

Kholifah
Chapter #6

#6

Gemuruh di Arena Bawah Tanah

​Malam harinya, Andrea tidak pulang ke rumah. Melalui bantuan seorang teman lama, ia berhasil mendaftarkan diri di sebuah klub pertarungan bawah tanah. Tempatnya kumuh, bau keringat dan minyak urut menyeruak di setiap sudut, namun bagi Andrea, ini adalah tempat terbaik untuk meluapkan emosi.

​"Yakin lo, Re? Lawan lo kali ini kelas berat, lho," bisik temannya cemas melihat Andrea yang sedang melilitkan handwrap ke tangannya.

​"Gue butuh uang tunai, dan gue butuh mukul sesuatu. Daripada gue pukul muka suami gue yang sok ganteng itu, mending gue pukul orang di sini," jawab Andrea ketus. Ia kini mengenakan sports bra dan celana pendek ketat, menampilkan tato di punggungnya yang belum sembuh benar.

​Saat namanya dipanggil, Andrea naik ke ring dengan sorak-sorai penonton yang haus darah. Lawannya adalah seorang wanita bertubuh kekar dengan tatapan mengintimidasi.

​Teng!

​Pertarungan dimulai. Andrea lincah, ia menghindar dan memberikan pukulan-pukulan cepat. Namun, kelelahan akibat kecelakaan motor semalam mulai terasa. Sebuah tendangan mendarat telak di pinggangnya, membuatnya tersungkur di atas matras.

​"Ayo bangun, Bocil!" teriak penonton.

​Andrea meringis, ia mencoba bangkit dengan sisa tenaga. Namun, kerumunan penonton tiba-tiba terbelah. Suasana yang tadinya bising mendadak senyap secara tidak wajar.

​Di pintu masuk, berdiri sesosok pria dengan setelan jas seharga ratusan juta rupiah, tampak sangat tidak selaras dengan lingkungan kumuh itu. Arkansas Volker hadir dengan wajah yang lebih mengerikan daripada lawan Andrea di atas ring.

Arkansas berjalan lurus menuju ring. Setiap langkahnya mengintimidasi siapapun yang berani menghalangi. Marco dan beberapa penjaga keamanan bertubuh besar mengikuti di belakangnya, memastikan tidak ada yang berani bertindak bodoh.

Lihat selengkapnya