Its Always Been You, Fraya

Farah MAULIDA
Chapter #12

Beneath The Cruel Shadow


​Di balik kuasa absolut yang digenggamnya, Damian Harding menyadari satu ironi yang pahit: seluruh kekayaan di dunia ini tidak pernah bisa membeli satu detik pun kebahagiaan sejati.

Sejak tarikan napas pertamanya, ia terlahir ke dunia yang sudah menanam tumpukan ekspektasi di pundaknya, bahkan sebelum kedua kaki Damian mampu menopang tubuh untuk berjalan sendiri.

​HARDING GLOBAL, bukanlah sekadar perusahaan bertaraf internasional biasa. Kerajaan bisnis perusahaan Harding Global adalah imperium raksasa yang dikendalikan dengan tangan besi oleh ayahnya, Richard Harding.

Bisnis itu telah merajai pasar ekonomi dunia jauh sebelum Damian lahir, ber-ekspansi secara masif ke berbagai sektor konsumtif dengan volume perputaran arus kas yang mengerikan.

Dari manufaktur alat kesehatan presisi tinggi, rantai rumah sakit internasional, perhotelan bintang lima, hingga industri pangan skala global—semuanya berada di bawah naungan bendera Harding Global.

​Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, Damian sering disebut tumbuh dewasa sebelum waktunya. Namun, pendewasaan itu adalah hasil dari tempaan keras Richard Harding yang menuntut Damian harus sempurna tanpa celah.

Damian besar dengan ekspektasi yang begitu tinggi hingga terkadang ia lupa bagaimana cara memijak bumi. Di dunianya, pertemanan adalah soal status. Ia hanya dikerumuni oleh mereka yang memiliki kasta sosial setara, sementara orang lain ditempatkan di strata terendah yang tak kasat mata dibawah kaki Damian.

Setidaknya itulah yang selama ini Damian yakini dengan begitu congkak.

Sampai dia bertemu Fraya Alexandrea.

Cewek yang telah menjadi menjadi murid belajar bahasa Jermannya itu telah membuka sisi paling terdalam di relung hati Damian yang tidak pernah terjamah, membuktikan bahwa orang biasa yang tidak bergelimangan harta seperti Fraya pun bisa begitu kuat dan berani dalam melangkah menggapai mimpinya yang tinggi ditengah kerasnya dunia yang serba menuntut kesempurnaan seperti sekarang ini.

​Malam itu, aula besar kediaman Harding bermandikan cahaya kristal yang menyilaukan. Musik quartet dimainkan dengan merdu, mengalun ke setiap sudut aula megah.

Lihat selengkapnya