Izin Bertanya. NIM 105

Mus'ad Firdaus
Chapter #3

Organisasi

"Rapat organisasi sore ini jangan lupa pada hadir ya temen-temen di warkop dekat kampus. Bagi yang berhalangan hadir, wajib konfirmasi dan jangan lupa berkabar di grup ya, see u."


Demokrasi tadi siang belum sepenuhnya dijawab. Yatno woro-woro di grup untuk mengadakan rapat seminar jurusan. Bukan tanpa sebab, dia berperan sebagai ketua pelaksana.


Usai sembahyang waktu ashar, Ucup dan Asep menunggu anggota yang menjadi menjadi panitia sukses acara.


15 menit berlalu tanpa tambahan peserta. Mereka berdua bimbang bertanya-tanya. Sejumlah bangku sudah dipesan Asep. Beberapa rokok sudah dihisap dan menghembuskan ke udara. Agenda pun sudah rapi tersusun pada layar Hpnya.


“Sudahi saja organisasinya... Kami rela meringkas doa kami di hadapan sang pencipta demi membantu manusia dalam menyusun acara jurusannya.”


“Sudahi saja organisasinya.” Sabrina membalas cepat di grup ketika mengetahui yang datang hanya Ucup dan Asep. Dia menatap mereka berdua tanpa berkedip lalu mengangguk sopan. Jarak mereka dengan Sabrina hanya beda beberapa meja. “Walau kita….”


Kalimat itu tidak benar-benar diucapkan, tapi sempat lewat di kepala Ucup. Asep di sampingnya menghela nafas panjang.


“Pada kemana ya ini? lagi pada di kelas, mungkin.”

Sabrina mengangkat suaranya dari meja di seberang.


Ucup tidak langsung menjawab.

Matanya menatap bangku panjang di hadapannya dan jalan yang terpantau ramai lancar kendaraan yang berlalu lalang


Lihat selengkapnya